Emma tersenyum pada Tian ketika mereka secara bersamaan keluar dari kamar dan sudah sama- sama terlihat rapih. Dan tentu saja seperti biasanya, Emma selalu terlihat cantik dengan rambut panjang terurainya juga dress sepaha yang acapkali membuatnya terlihat bagai seorang model di mata Bastian. “Selamat pagi.” sapa Emma dengan kikuk. Sejak bangun tadi, ia merasa malu pada Tian karena pelukan sesaat mereka. “Pagi. Gimana keadaan kamu?” “Aku baik. Tadi sempat mual tapi sekarang sudah agak enakan.” jawab Emma yang baru menyadari jika sebelum keluar dari kamar, ia masih merasa agak mual. Namun sekarang, ia merasa sangat segar. “Syukurlah. Sarapan yuk…” ajak Tian sambil mempersilahkan Emma turun lebih dulu yang kini mulai menuruni anak tangga dengan perlahan. “Pelan- pelan saja, Emma… Hati-

