Enchanted

1293 Words

“Tiaaaan… Kamu ini ih… Aku nggak nyangka loh…” seru Ghea sambil menepuk pundak adiknya dengan sumringah. Ia bahkan mendaratkan satu ciuman di pipi adiknya tersebut tepat ketika Tian dan Emma baru saja kembali turun dari kamar tidurnya. “Apaan sih?” tanya Tian dengan heran. “Hebat juga kamu ya… Baru juga menikah berapa minggu udah hamil aja.” Tian langsung melirik ke arah Emma dan menghela nafas karena tidak tahu harus menjawab apa pada saudarinya tersebut. Hingga akhirnya ia hanya bisa tersenyum dengan kikuk. “Maaf, kak… Aku sebenarnya nggak suka sama wortel sejak kecil. Bahkan baunya juga aku nggak suka sama sekali. Tapi…” “Serius, Em? Maaf ya, kak Ghea nggak tahu sama sekali.” ujar Ghea dengan merasa bersalah. “Iya… Tapi… Aku boleh minta kueny lagi nggak kak? Nggak tahu kenapa… Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD