“Ini… Ada pak Ibrahim. Sedang mampir.” jawab Tian yang mencoba tersenyum. Ia meyakinkan dirinya jika tadi Emma benar- benar memanggilnya dengan panggilan sayang. “Pak ibrahim, kenalkan ini istri saya, Emily.” sambung Tian yang kali ini ia tujukan pada pak Ibrahim. “Ternyata berita itu benar. Istri Pak Bastian konon katanya sangat cantik.” puji Ibrahim yang membuat Emma tidak senang sama sekali. Bagi Emma, senyumnya genit dan tatapannya seperti pria rakus yang rakus. “Terima kasih… Sayang, makanan kamu nanti dingin loh… Kami sedang makan malam, apa pak Ibrahim mau ikut bergabung?” ucap Emma yang secara bergantian menatap Tian dan Ibrahim. “Sepertinya tawaran anda cukup menarik… Tapi sayangnya saya sedang ada urusan. Mungkin kalau istri saya menghubungi, tolong sampaikan agar dia pulang
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


