“Kamu sudah makan malam?” tanya Tian yang baru saja mendapati Emma yang keluar dari kamarnya. “Belum… Aku masih agak kenyang. Kamu?” “Belum… Ya sudah kalau gitu aku tungguin kamu makan aja.” jawab Tian yang nampak lelah. “Capek ya?” “Lumayan… Aku istirahat sebentar ya. Panggil aja kalau kamu udah lapar.” “Ya udah… Kita makan aja sekarang. Biar kamu bisa istirahat. Aku hangatin makanannya dulu.” “Oh ya… Ini buat kamu. Tadi aku mampir di toko kue. Siapa tahu kamu suka.” ucap Tian sambil mengulurkan sekotak kue dan roti yang ada di dalam kantongan plastik tersebut. “Makasih ya… Kalau gitu aku ke bawah dulu.” Tian mengangguk meski ia merasa sikap Emma sedikit berbeda dari pagi tadi saat terakhir kali mereka mengobrol. Namun ia tidak ingin membahasnya dengan Emma dan membuat mereka be

