Arool menghidangkan buah-buahan. Dia berkata bahwa buah-buah itu dipetiknya dari hutan, dan sebagian lagi ada yang dibudidayakannya. Dia berjanji akan mengajak kami untuk mengunjungi kebunnya yang terletak di balik tebing. “Bagaimana mungkin Kaburu membudidayakan buah-buahan sendiri, kalian hanya mengandalkan alam?” tanyaku heran saat mendengar ceritanya. “Bukankah Bumi dalam beberapa dekade kering tanpa hujan?” Arool tersenyum. “Kalian biasa hidup dengan teknologi, padahal di alam semua sudah tersedia lengkap. Bumi tidak hujan, karena kita tidak bersahabat dengan alam. Alam itu tunduk pada kita, tapi kita sering merusak mereka. Padahal mereka hanya ingin memberikan yang terbaik bagi kita manusia, hanya saja manusia terlalu serakah hingga malah merusak alam.” Konsep itu pernah aku denga

