31. Alat Perang Mematikan

1074 Words

Aku mendengarkan teriakan Jayen yang berlari, meninggalkanku. Sama sekali tidak sopan sebagai anak buah. Aku harus memberinya hukuman setelah semua ini berakhir. Namun, aku harus berpikir cepat sebelum berharap semua ini hanya mimpi atau aku dan Jayen sedang menonton bioskop tentang alien. Serangga berkaki seribu itu--aku yakin jumlah kakinya lebih dari seribu, aku akan meminta Jayen menghitungnya nanti--melesat cepat ke arahku. Aku menatapnya mendekat, sembari memfokuskan energiku pada kedua Batu Phosperium. Teknik ini sudah kupelajari berhari-hari saat sedang tidak berada bersama anak buahku, tentu saja. Dan ternyata berhasil untuk memfokuskan sinar laser yang bisa kukendalikan. Tepat saat mulut serangga itu menganga dua meter di hadapanku--siap menjadikanku makan siangnya, aku mengara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD