"Lo puas sekarang?" tanya Nara dengan muka kecut. Ia berdiri sambil bersandar di tembok tepat di samping pintu di mana Fasha baru saja masuk. Ia sengaja menunggu kedatangan Fasha di ruangan gadis itu. Nara boleh saja terlihat sangat kepo akan kehidupan orang lain. Tapi itu caranya perduli. Ia bukan tukang gosip meski ia tahu semua gosip yang ada dan mungkin tak sengaja berasal darinya. Namun berbeda jika itu menyangkut sahabatnya. Apalagi Adit yang sendu sejak dua tahun terakhir. Nara tahu sekali saat itu. Hingga sekarang pun, tak ada yang berubah dari Adit. Ia mungkin tak akan membiarkan Adit seperti ini andai Adit ditinggal selingkuh atau dikecewakan. Tapi ini sepertinya tidak begitu. Makanya, ia mati-matian mendukung Adit. Walau ia tak tahu apa masalah sebenarnya. Bahkan Nara ingat se

