Seperti Dulu, Hanya Ada Lo dan Gue

1610 Words

Fasha menatap Adit sebentar lantas menghela nafas. Ia membereskan laptopnya usai melirik jam di tangan yang menunjukan pukul sepuluh malam. Sudah mulai larut, pikirnya. Walau Kayla belum menegurnya untuk menyuruhnya pulang. Namun bukan karena itu, sebenarnya mood-nya tiba-tiba turun saja karena melihat kehadiran Om-nya yang datang menjenguk Adit. Fasha masih tidak menyangka kalau Adit bisa sedekat itu dengan keluarga Dina. Coba bayang kan saja, bagaimana kedekatan Adit dengan Dina sedangkan dengan keluarganya saja sudah seperti itu? Kalau Fasha pikir-pikir. Kedekatan orangtuanya dengan keluarga Adit lebih dekat dari itu. Walau ia tahu sih kadang Ayahnya tak begitu ramah pada Adit. Ia tak merasa kalau sikap itu adalah sikap yang buruk. Karena ia tahu, Ayahnya juga pasti menyayangi Adit wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD