Pagi-pagi sekali Fasha sudah bangun. Ia sudah di dapur bersama ibunya yang sibuk memasak. Ia sih hanya membantu beres-beres saja. Bagian memindahkan lauk pauk ke dalam rantangnya. Ia tidak bisa memasak. Hampir tak pernah menyentuh dapur. Selama di Bandung, hanya memesan makanan dari restoran di lantai bawah apartemen atau kadang memesannya melalui ojek online. Untuk apa repot-repot memasak? Dan lagi ia juga lelah jika ahrus memasak sebelum atau pun setelah pulang dari kantor. Apalagi ia kan lebih suka bekerja di depan laptop dibandingkan dengan bekerja di dapur. Meski yah, kata orang perempuan itu wajib bisa memasak. Tapi menurutnya? Apa gunanya uang? Toh, ada banyak hal lain yang bisa ia lakukan selain memasak. Proyek-proyeknya jauh lebih penting dan itu ia bisa membayar chef dengan harga

