Jasmine menggeliat perlahan, merasakan kepalanya yang berat. Saat matanya terbuka, dia sadar bahwa dirinya duduk dengan tangan terbelenggu di belakang punggung. Dia juga mendengar suara musik yang memenuhi ruangan. "Aku ragu pria yang berjaga di gerbang samping kampus akan membiarkan kita masuk," ucap seorang pria dengan napas lega. "Ya, aku juga merasa gelisah menghadapinya tadi. Takut segala sesuatu yang kita lakukan akan terbongkar," tambah pria lainnya. Jasmine mengenali suara itu dengan jelas, jiwanya memberontak agar segera melarikan diri dari sana, tapi kesadarannya masih kabur. Kekuatan yang diperlukan untuk bergerak belum kembali sepenuhnya. "Ahaha, sejak kapan kau menjadi begitu penakut? Benar-benar lemah. Dan siapa yang peduli dengan nasib seorang gadis miskin? Kampus bahkan

