Sinar pagi menembus jendela, menyoroti kulit pucat Jasmine saat turun perlahan dari tangga. Bayangan kesedihan masih menempel di kedua matanya yang sembap. Kebingungan segera menyelinap begitu dia menemukan Tuan Hawthorne, tak hanya sendirian. Tuan Hawthorne menangkap kehadiran Jasmine dengan pandangan yang mendalam, seolah-olah bisa membaca jejak kesedihan di wajah wanita itu. Di sampingnya, Theodore tersenyum ramah sebagai sapaan singkat, sementara seorang wanita juga terlihat menunduk hormat. "Duduklah bersama kami," ucap Tuan Hawthorne. Jasmine mendekati mereka, matanya terpaku pada objek-objek di atas meja. Baru saat itu, dia menyadari aroma tak biasa mengisi penthouse Tuan Hawthorne. "Kau berkata butuh sabun, maka aku minta Theodore mengundang seorang ahli formulasi sabun," jelas

