Zarael terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari menyinari wajah tampannya , zarael meliat sekitarnya dan tersadar jika ia tertidur di kursi balkon , zarael merasakan sejuknya angin pagi yang menerpa kulit halusnya
zarael mulai merasakan gatal dihidungnya dan zrael mulai bersin-bersin karena terserang flu , zarael akan sembuh dalam 3 jam kemudian tapi sama saja dalam waktu 3 jam dia akan tersiksa dengan penyakit ang sangat menyebalkan
Tok..tok..tok..
"masuk... hachuuuu..."ujar zarael sambil bersin
"maaf tuan saya mau menyuruh para maid menyiapkan air mandi anda tuan" ujar darius kepala pelayan
darius adalah seorang manusia yang mengetahui bahwa tuan rumah tempat dia bekerja bukan manusia biasa , dia tau semua tentang kaum immortal . awalnya dia ketukan bahkan hampir berhenti bekerja tapi keluarga darius membutukan uang lebih untuk biaya sekolah ketiga anaknya
"tolong siapkan air hangat dan lilin arma terapi mint ya" pinta zarael dengan sopan
"baik alpha" ujar darius yang langsung memberi perintah kepada pelayan-pelayan yang datang bersamanya tadi
"terima kasih darius"ujar zarael dengan senyuman manis walaupun hidungnya merah karena pilek
"20 menit lagi waktunya sarapan tuan" ujar darius sambil meihat jamnya
"baiklah terima kasih darius , oh iya tolong bilang peter bawakan kemejaku yang khusus untuk mengajar" ujar zarael
"semua pelayan-pelayan bawahan darius langsung memuji zarael , selain ganteng , kaya , tidak sombong zarael juga termasuk sopan karena setiap di layan selalu ialng terima kasih dan kalau perlu sesuatu selalu menggunakan kata 'tolong'
"semua sudah siap tuan , saya dan pelayan mohon undur diri" ujar darius sopan
"baiklah , sekali lagi terima kasih atas pelayanan kalian" ujar zarael
zarael masuk kedalam kamar mandi lalu membuka piyamanya dan langsung masuk ke bathtub , zarael mulai merakan tubuhnya rileks setelah berendam dan menikmati bau mint yang membuat hidungnya lancar untuk bernafas
zarael keluar dari bathtub dan memaki handuknya , dia melihat jasnya sudah berada di atas tempat tidur , zarael langsung bersiap memakai bajunya . dia menta rambutnya sendiri setelah siap zarael langsung mengambil tas dan pergi keluar karena tinggal 3menit waktunya sarapan
saat zarael keluar kamarnya dia tidak sengaja menabrak zora yang berjalan di depan kamarnya zora terjatuh dan bokongnya duluan yang mendarat ke lantai , zareal langsung membantu zora berdiri
"maaf aku tidak melihatmu.. hachu.." ujar zarael yang tiak lama langsung bersin ke depan wajah zora yang membuat zora menatap zarael dengan tatapan tidak percaya , setelah ditabrak lalu di bersin kan?
"maaf... aku betul-betul minta maaf , aku tertidur di balkon terus aku terserang penyakit flu karena terkena angin semalaman , lalu aku mandi dan terburu-buru karena waktu sarapan tinggal 5 menit lagi , aku juga tidak mau ketinggalan sarapan bersama mu , lalu aku membuka pintu tidak melihatmu jadi tertabrak dan.. dan..." oceh zarael yang panik
zora mentap zarael dengan tatapan tidak percaya karena zarael bisa berbicara sepanjang itu hanya dalam sekali tarikan nafas , zora tanpa sepatah katapun langsung pergi dari hadapan zarael , zarael semakin panik melihat zora yang pergi tanpa septah katapun hanya menatapnya tajam
zora sampai keruang makn dan langsung duduk di samping jhose , jhose yang melihat wajah zora ang datar hanaya bisa diam karena wajah itu seolang-olah memberi tau kalau sedang tidak ingin diganggu
"zora... aku minta maaf , aku benar-benar minta maaf" ujar zarael yang langsung bersimpuh di samping tempat duduk zora yang membuat semua terkejut melihat itu
alpha tian , luna bianc , peter , dion , tris dan jhose terkejut melihat zarael yang bersimpuh dihadapan zora , mereka berfikir jika zarael terlalu cepat jika zarael ingin zora menjadi istrinya
"Mr. zarael bukan kah ini terlalu cepat ntuk anda melamar putri saya?" tanya alpha tian yang membuat semua menganggukan kepala
"aku hanya meminta maaf bukan melamar , aku ingin dia memaafkanku lalu kn aku bawa dia ke depan penghulu" ujar zarael yang mendapatkan tatapan tajam dari zora
"aku bercanda sayang" ujar zarael ke zora setelah melihat zora menatapnya tajam
"aku maafkan kau tapi tolong duduklah , aku sudah lapar" ujar zora semua langsung duduk ditempat mereka masing-masing
zarael duduk di depan zora , zarael baru tau jika zora semakin terlihat cantik dan imut di dalam balutan piyama ungunya . zora menatap tajam ke arah zarael karena merasa sangat kesal walaupun zora sudah memaafkannya tetap saja zora masih mereasa kesal
"dad mom hari ini aku izin ke kampus , willi tidak malas hanya nanti ada urusan diapartement willi" ujar willi sambil menunduk takut daddy jhose marah karena biaya kuliahnya sebagian ditanggung daddynya jhose
zarael yang melihat wajah takut zora langsung merasa kasian dan lucu , zarael yakin tidak ada yang bisa memarahinya jika wajahnya seperti itu , zarael sangat ingin mencubit dan mengigit pipi beca yang tembam itu sekarang
"baiklah nak , dad juga ingin memberi tau kau kalau dad dan mom mau pergi selama 2 hari , dad , mom , dan juga jhose ada urusan penting" balas alpha tian tersenyum "jhose juga ikut dad?" tanya jhose "iya , karena pekerjaan ini juga membutuhkan dirinya" jawab alpha tian "kau dengarkan bahwa aku ini orang yang sangat penting" ujar jhose ke ara zora "penting bagi mereka , tidak penting bagiku" jawab zora tenang yang membuat jhose diam semua tertawa kecuali zarael yang menganggap jhose hanya mencari perhatian zora , peter hanya bisa menggeleng melihat zarael yang terlalu cemburuan , selesai sarapan mereka langsung bersiap untuk pergi ke dunia immortal zora berdiri di ambang pintu depan mansion untuk mengantar keluarga jhose dan pasukan zarael , zora mencium tangan daddy dan mommy jhose tidak lupa untuk bilang berhati-hati , zora juga berjabat tangan dengan peter , dion , tris , dan jhose
zora mencium tangan zarael karena merasa zarael adalah dosennya dan harus dihormati , zarael yang melihat itu langsung terkejut dan wajahnya memerah , semua yang elihat itu terkejut karena mereka terlihat seperti sepasang suami istri
"be-berhati-hatilah di rumah sendirian jika ada masalah atau apapun segera hubungi aku , aku akan usahakan datang secepat mungkin" ujar zarael dengan wajah sedikit memerah
"baiklah" jawab zora singkat
zarael dan yang lain langsung menaiki helikopter , mereka akan pergi ke hutan sss karena disanalah pintu dunia immortal terhubung , sesampainya di hutan sss mereka turun menggunakan tangga transparan yang dibuat oleh kaumnya
zarael dan yang lain menuruni tangga itu seperti melayang yang bisa nampak tangga itu hanya kaum immortal , pilot helikopter itu juga kaum immortal jadi dia sudah tidak heran , setelah mendarat ke dalam hutan yang tidak bisa di sentuh oleh manusia , zarael mendekati satu pohon yang sudah hidup ratusan tahun
zarael menunjukan cincin yang bermatakan permata hitam , sebuah pintu muncul di batang pohon itu mereka langsung memasukinya dengan cepat karena pintu itu tidak akan di buka selama semenit . alpha tian dan yang lain menatap zarael dengan bingung setelah zarael memakai kembali cincinnya
"seingat aku cincinmu bewarna merah maroon , karena itu melambangkan alpha king" ujar peter yang tidak tahan dengan rasa penasarannya
"aku tau , baru kali ini aku melihatnya bewarna hitam , sudah dua bulan aku tidak pulang dan cincinku sudah berubah warna" ujar zarael
"alpha king , mendekatlah"
zarael yang merasa ada bisikan di telinganya langsung melihat keliling mencari sumber yang memanggilnya
"Kita akan dijemput sebentar lagi , karena kereta kuda kita lagi serang oleh rough" ujar tris yang mendapat mindlink
"Ada apa z?" Tanya dion
"Alpha!" Ujar peter yang sedikit di tekankan nadanya yang membuat dion sadar
"Eh maksud saya alpha" ujar dion yang sedikit gugup
"alpha , kami sudah lama menunggu . Kemarilah alpha"
Bisikan itu datang lagi yang membuat zarael sedikit risih dan mulai bergerak keliling mencari siapa yang berbisik ditelinganya tapi tidak menunjukan wujudnya
"Keluarlah kau!" Teriak zarael yang hampir frustasi
"Alpha aku disini" ujar seorang perempuan yang turun dari pohon ribuan tahun itu
"Kau? Kau yang berbisik tadi? Kenapa kau tidak langsung muncul?" Tanya zarael yang kesal
"Jika aku langsung muncul itu bukanlah gaya ratu dryad penghuni pohon oak" ujar perempuan itu sedikit kesal
"Kau membuatku seperti orang bodoh! Kau hanya berpenampilan ratu tapi sikapmu? Seperti anak kecil" ujar zarael mengejek
Ratu dryad dan zarael adalah sahabat waktu sd yang tidak pernah akrab dan saling mengejek , ratu dari pohon oak dipilih dari tanaman yang mempercayai siapa yang bisa melindung para tanaman diseluru dunia , tidak peduli dia berasal dari kalangan atas atau paling bawah
"kau memanglah bodoh! kau lebih seperti anak kecil" ujar ratu dryad itu tidak mau mengalah
"kau! kau itu tidak cocok menjadi ratu karena kau adalah wanita gila yang seperti anak kecil" ejek zarael dengan senyuman mengejek
"kau!!
"zarael mendekat lah" ujar ratu dryad itu serius
"aku tidak mau , kau bau" ujar zarael mengejak
"kau!!! mendet sajalah!"bentak ratu dryad itu
peter menarik zarael dengan paksa , zarael meronta untuk dilepaskan peter , zarael bertingkah seperti anak umur 5 tahun yang tidak mau pulang
"Maafkan ketidak sopanan alpha kami" ujar peter sambil membukukan badan ke ratu dryad
"Apa-apaan kau! Yang tidak sopan itu dia , bukan aku!" Ujar zarael marah ke peter
"Kau yang tidak sopan!" Ujar ratu dryad yang marah
"Kau! Kau yang tidak sopan , manggil-manggil dengan bisikan tapi tidak nampakan wujud seperti hantu saja kau!" Ujar zarael
"Jika aku langsung muncul kesan misterius dari ratu dryad akan hilang!" Ujar ratu dryad yang tidak terima
Alpha tian , luna , bianc , dan jhose hanya bisa terdiam dan menatap tidak percaya jika sang ratu dryad bisa berdebat seperti itu , kesan misterius , dan beribawa sudah tidak terlihat lagi di diri ratu drayad karena zarael
"Hitam sudah berubah menjadi janda , hitam belum tentu jahat hitam bisa juga baik tergancung cahaya yang menyinarinya" bisik ratu dryad itu lalu terbang pergi ke atas pohon oak
Zarael tertegun , apa maksud dari bisikan ratu dryad itu . Zarael langsung berjalan menuju ke kereta kuda yang sudah menunggunya dari tadi , semua terdiam melihat ekspresi zarael yang terlihat kebingungan
"ada apa alpha? apa yang dikatakan ratu dryad tadi?" tanya bianc
"tidak ada apa-apa" jawab zarael cepat , peter , tris dan dion memicingkan mata mereka , mereka tau sebenarnya ada sesuatu yang membuat zarael kebingungan seperti itu
mereka melanjutkan perjalanan ke kerajaan witch sampainya disana mereka disambut dengan kehangatan dengan raja witch kurt dan ratu witch karina , mereka tersenyum sambil bernafas lega karena selama perjalanan tidak ada hambatan apapun
"selamat datang alpha king , ayuk masuk kita langsung ke perpustakaan saja . ayo ikuti saya" ucap kurt langsung memasuki dan menuju ruang rapat rahasia karna yang dibahas bukan lah pembahasan biasa
"Kenapa harus di perpustakaan?" Tanya tris
"Hanya itu tempat yang aman gamma" ujar ratu karlina yang jalannya seperti terburu-buru
Mereka sudah di perpustakaan , karlina langsung mengunci pintu dan menyuruh mereka duduk di meja bunda yang berbentuk bunga teratai , bukan hanya mejanya tapi juga lantainya . Kurt membaca mantra tiba-tiba saja mereka menurun ke dalam ruangan gelap , pintu masuk mereka digantikan dengan lantai dan meja yang lain
Mereka sampai di ruangan gelap tiba-tiba saja cahaya muncul di lantai yang menerangi mereka , kurt dan karlina membaca mantra sihir lagi hingga muncul lah cermin bulat di atas mereka . Saat cermin itu muncul cincin zarael langsung bersinar warna merah campur hitam
"AAAAAKHHHH" Teriak zarael kesakitan di jari manis kirinya tempat cincin itu berada , teriakan zarael membuat panik peter dan yang lainnya tak kecuali karlina dan kurt
"Alpha?" Panggil peter panik , tidak lama zarael tidak sadarkan diri karena tidak tahan dengan rasa sakitnya