PART 5

2053 Words
Zarael tersenyum miring meremehkan ke arah jhose dan alpha tian , posisi mereka tidak berubah mata zarael , peter , dion , dan tris masih menatap alpha tian dan jhose dengan tajam  "lepaskan kami" pinta luna bianc  "lepaskan? setelah anakmu membentakku?" tanya zarael yang langsung duduk di meja  "aku tidak mengizikan kau menyentuhnya Mr. Yugra" ujar jhose  "Tidak mengizinkan? Kau siapanya? Apa kau matenya? Apa kau pacarnya? Apa kau orang tuanya? Kau bukan siapa-siapa jhose , kau hanya adik angkatnya" ujar zarael tersenyum licik  "Kau!! Sialan!" Ujar zarael  "Aku mohon alpha king" ujar alpha tian  "Al-alpha king?" Tanya jhose yang lumayan terkejut  "Apa kau tidak tau bahwa dia alpha king jhose?" Tanya jhose ke alpha tian dengan tatapan tidak percaya  "Ti-tidak" ujar jhose lemas  Jhose sudah tidak yakin bisa menang langsung menyerah , jhose mengangkat tangannya menandakan dia menyerah . Peter , tris , dan dion langsung kembali duduk dalam sekejap mata dan memasang wajah seperti tidak ada masalah apa-apa  "apa-apaan mereka"  ujar jhose dengan tatapan tidak percaya ketika melihat raut wajah peter , tris , dan dion  "Kenapa kau tertarik sama dia?" Tanya jhose  "Kenapa? Kau tanya kenapa? Alpha king terkenal dengan kesetiaannya terhadap satu wanita yaitu matenya . Seorang alpha tidak akan tertarik kepada siapapun selain matenya" ujar zarael dengan penuh makna  "Artinya willi adalah matemu?" Tanya jhose yang semakin tidak percaya  "Iya , dia mateku" jawab zarael santai  "APA!" Teriak alpha tian , luna bianc , tris , peter , dan dion bersamaan  "Ayo makan aku sudah lapar" ujar zarael mengalihakan pembiccaraan  "Eh eh ayoo di makan!" Ujar luna bianc  "apa maksudmu merahasiakan hal sepenting ini?" tanya dion berbisik ke arah zarael  "nanti akan aku jelaskan dion aku akan membangunkannya" ujar zarael yang membatalkan mantra tidurnya "hei... kau sangat lelah ya?" tanya zarael ketika zora bangun  "maafkan aku , aku ketiduran" ujar zora yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi "ayo makan sayang" ujar luna bianc ke arah zora dengan senyu manis namun tampak pucat , pucatnya jhose dan allpha tianpun sangat terlihat dan belum juga hilang rasa takut mereka  "kalian bertiga sakit? tanya zora ke alpha tian , jhose dan luna bianc  "tentu saja tidak sayang , aku hanya kelaparan"jawab luna bianc "ooh kalian belum makan dari pagi ya?" tanya zora lagi  "ya kami tidak  makan dari apgi" jawab jhose tersenyum  zarael yang melihat jhose tersenyum manis ke arah zora langsung mempelototin jhose agar tidak melakukan itu , semua makan denan nikmatnya bahkan mereka bersenda gurau seperti tidak terjadi apa-apa  zarael memegang tangan zora dari tadi hingga sekarang belum di lepaskan , zora berusaha melepasnya namun zarael semakin menggenggam erat tangan zora , zora sangat risih pertamanya tapi kelamaan dia merasa sangat nyaman  zora melihat kearah zareal yang terlihat sangat manis dan tampan ketika tersenyum atau tertawa , zora mencium bau wangi yang keluar dari badan zarael , bau khas yang membuatnya sangat nyaman , zora tidak sadar bahwa dia sudah terpikat dengan zarael  jhose yang meihat itu hanya bisa tersenyum masam , mau gimanapun dia akan bertemu matenya hanay dia adalah wanita yang sangat jhose sayangi dan tidak mau melepaskannya ke orang lain . makan malam selesai zarael , peter , tris , dan dion menginap di mansion alpha tian karena permintaan luna yang tidak mau mereka pulang secepatnya  zarael mengajak zora berjalan-jalan dan memintanya menunjukn mansion alpha tian yang sangat luas , zora awalnya menolak tapi akirnya setuju ketika zarael meminta dia membawa zarael ke tempat favorit zora di dalam mansion ini  "apa kau tau kalau di dalam mansion ini terdapat bunga saffron yang sangat aku sukai , bahkan sabun , shampoo , bahkan kosmetikku juga terbuat dari bungga saffron ini" jelas zora yang sudah membawa arael ke tempat kebun saffron  "jika malam saja sudah cantik seperti ini , pasti siangnya juga cantik" ujar zora yang hanya dijawab senyuman oleh zarael  zarael tidak berminat dengan kebun saffron itu dia hanya berminat kepada wajah zora , zarael juga mau keliling mansion ini hanya untuk menghabiskan waktu bersama zora  "tapi bunga ini kalah indah sama kau , apalagi mata ungumu yang sangat cantik" ujar zarael yang membuat zora memasang ajah malu tapi tidak terlalu  di nampakkan  "jangan seperti itu , aku tidak mau di bilang cantik karena masih banyak yang lebih cantik dari aku tapi terima kasih"ujar zora tersenyum yang membuat zarael semakin terpana karena senyuman zora  aku masuk dulu karena besok pagi ada kuliah yaang harus aku hadiri , aku juga besok akan bekerja dan lembur" ujar zora pamit ke zarael  "aku mau kau berhenti kerja di caffe itu willi , aku mohon"ujar zarael dengan nada memohon dan lembut  "aku harus mencari uang untuk apartemnetku dan biaya hidupku , aku tidak bisa berutang budi kepada orang terus zarael" ujar zora  "aku mohon willi"ujar zarael sedih  "beri aku waktu"jawab zzora yang langsung pergi  "maaf mengganggu alpha , besok anda harus ke kerajaan witch dan menyelesaikan permasalahan anda dengan victor" ujar wanita seperti siri di telinga zarae  "DIAMLAH! AKU TAU ITU!" bentak zarael yang membuat wanita siri itu langsung mematikan dirinya sendiri  "kenapa kau tidak membeli apartement yang dia tinggali dan membeli restaurant itu?" tanya egerton yang merasa keputus asaan zarael sangat tidak masuk akal  "setelah kita beli kita ngapain lagi eger?" tanya zarael yang sudah hampir menyerah  "tentu saja mengontrolnya , begini setelah kau beli apartementnya kau akan tau dia akan ngapain saja , lalu kau beli cafe itu beri dia jabatan di menejer agar dia tidak terlalu lelah" saran egerton   "untuk membeli apartement dan caffenya aku terima tapi mencari tau dia ngapain aja selama 24 jam bukan kah itu sma saja dengan menguntit?"  protes zarael , usulan yang gila menurut zarael "menguntit mate kita itu tidak salah" jawab egerton santai "tetap saja seperti seseorang yang berengsek" proter zarael lagi  "terserah kau , akau akan tidur!" ujar egerton ngambek  zarael pergi ke kamarnya , zarael membuka bajunya dan mengganti menjadi piama tidur , zarael mengambil minuman bersoda dari kulkas mini dan berjalan menuju balkon  zarael menepati kamar tamu yang terdpat pemandangan indah yaitu taman bunga , ditengah taman itu terdapat danau buatan yang sangat indah dan menenangkan dengan cahaya bulan yang menyinari danau itu perhatian zarael teralihkan dengan bunga langka dan mahal , sangat susah untuk didapat bunga itu hanya bisa tumbuh dibeberapa negara karena bunga itu bisa dibilang sangat manja bunga yang mengalihkan perhatian zarael itu bunga saffron crocus , terdapat juga bunga melati dan rose . tanaman disini dirawat dengan baik seperti ditaman kerajaannya tapi bunga saffron crocus tidak ada ditamannya karna susah mau dirawat  tok tok tok suara pintu diketuk membuat zarael sadar dari lamunannya  "masuklah" perintah zarael  "maaf telah menganggumu malam-malam begini z , kau berhutang penjelasan kepada kami semua" ujar tris sambil membuka kan pintu untuk dion dan peter  "tentang apa?" tanya zarael sambil tersenyum "tentang mate mu tentu saja" ujar dion "tentang mateku? kenpa dengan mateku?" tanya zarael  "apa kau tertarik dengan mateku?"tanya zarael dengan senyum miring  "kami tidak tertarik dengan matemu , kami mempunyai mate sendiri" ujar peter memutarkan bola matanya  "aku pertamanya belum tau kalau dia adalah mateku ,  egerton yang memberitauku barulah aku tau jika dia mateku"ujar zarael "kau berbohong , setauku jika kita bertemu dengan mate kita , serigala atau manusia akan cepat tau bahwa wanita itu adalah matenya" ujar tris  "aku juga penasaran tris , aku berharap cepat pagi agar kita bisa ke tempat witch" ujar zarael  "beristirahalah zarael" ujar dion  tok...tok...tok "permisi tuan , saya darius kepala pelayan disini , saya mau memberikan kalung ini" ujar kepala pelayan bernama darius  "dari siapa ini?" tanya zarael melihat kaung berliontinkan bunga saffron dari emas  "kalung itu berada di depan kamar anda , jadi itu bukan kalung anda?" tanya darius  "iyaa ini kalung saya , maaf tadi saya tidak terlalu memerhatikan liontinnya" ujar zarael tersenyum ramah  " baiklah saya permisi dulu tuan-taun" ujar darius yang membukukan badan  "terima kasih darius" ucap zarael  "sama-sama alpha melayanimu sungguh suatu kehormatan saya mohon undur diri" permohonan darius yang dijawab anggukan serta senyuman manis zarael , peter , tris , dan din  "itu bukan punya kau kan"  tanya peter  "bukan"jawab zarael sambil memerhatikan kalung itu  "lalu punya siapa?" tanya dion  "mateku , dia sangat menyukai bunga saffron di makanan , minuman , sabun , shampoo , hingga kosmetiknya mengandung saffron . dia sangat menyukai saffron dan kalung ini ada baunya dia" ujar zarael sambil tersenyum  "oh begitu , aku ke sini memberikan laporan tentang zora katrin karla mclyntire" ujar peter  "kau sudah mendapatkannya?"tanya zarael  "sudah , Zora katrin karla mclyntire adalah korban pembunuhan berantai di perumahan lilly . perumahan ini banyak di tinggali kaum immortal , pembunuh itu sebelumnya membunuh kaum vampir di blok D sedangkan zora tinggal di blok F lalu ada pembunuhan di blok A lagi , polisi bilang semua kejadian ini di lakukan oleh orang yang sama" ujar peter sambil menunjukkan peta perumahan yang berbentuk 3D hanya seperti hologram yang bisa di besar kecilkan   "tidak ada petunjuk siapa identitas pembunuh , tidak ada sidik jari , DNA , rambut dan sebagainya , pembunuh ini sangat bersih dalam melakukan tugasnya" jelas tris sambil menunjukan foto tkp yang di dapatnya dari polisi  "tidak ada perlawanan dari sang korban , diperkirakan sang korbn dibunuh saat tertidur atau sedang lengah" jelas dion yang menunjukan foto-foto korban yang berada di blok D dan A  "setiap korban mati dengan cara mengenaskan , blok D korbannya semua menderita luka dileher , sepertinya korban digorok dengan parang hingga hampir putus , sedangkan korban di blok A ditusuk menggunakan pisau tepat di jantungnya sebanyak 3 kali" jelas dion lagi  "jarak pembunuhan di blok D dan A hanya 3 bulan , warga mengira satu  keluarga ini terlibat masalah dengan orang yang sama" ujar peter  "Semua aman selama 8 bulan , lalu terjadi lagi pembunuhan di daerah blok F di depan rumah zora , kali ini korbannya patah leher bahkan anak bayi juga dibunuhnya , daddy zora yang merasa tidak aman langsung memasang kamera keamanan untuk berjaga-jaga bahkan dipasang alaram setiap pintu masuk" ujar tris yang menunjukan foto-foto setiap sudut rumah zora  "tidak seperti sebelum-sebelumnya pembunuh itu tidak perlu menunggu 3 atau 8 bulan , dua minggu kemudian rumah zora menjadi korban . daddy zora mendapatkan 3 luka tusuk seperti kuku yang cukup panjang dilehernya begitu juga mommynya zora yang berada di ruang tamu" ujar peter menunjukkan foto mommy dan daddy zora "ini foto mayat zora , hanya zora yang berbeda dari mayat lainnya , di mata zora ada sisa-sisa air mata sepertinya daddy dan mommynya yang terbnuh duluan"ujar dion  "polisi bilang apa kepada kalian saat mengetahui jika air mata zora masih berbekas?" tanya zarael  "mereka hanya bilang kalau zora melihat dad dan momnya duluan dibunuh barulah dia dibunuh" jawab tris  "apa kalian merasa tidak aneh melihat zora memakai baju gaun? kematiannya di perkirakan jam berapa?" tanya zarael yang ulai membuat merekja melihat ulang foto zora  " jam 9 atau jam10 malam" jawab tris  "kalau orang tuanya?" tanya zarael " jam 8 atau jam 9 malam sekitaran jam segitu" jawab tris lagi  "aneh bukan? zora memakai baju gaun , kematiannya juga beda 1 jam sedangkan kematian korban yang lain hana beda 15menit atau 20 menit . saat itu zora kels berapa?" tanya zarael lagi  peter membuka berkas-berkas identitas zora , peter mencari tau lebih jauh lagi , peter menyadari jika ia melewatkan sesuatu yang penting  "dari kesaksian orang terakir bersama zora yaitu sahabatnya bernama theo kalau mereka pulang dari prom artinya zora di bunuh saat dia pulang dari prom" ujar peter  "wjar saja jika kematiannya berjarak 1 jam lebih lambat" jawab dion  "salah! kalau begitu kenapa dia tidak membunuh mereka disaat zora pulang prom?" tanya zarael dengan mata serius  "artinya dia memang menunggu zora pulang?" tanya tris yang mendapat anggukan dari zarael "lalu apa lagi?" tanya zarael  "mayat zora hilang dirumah sakit , saat mau di otopsi lebih lanjut" ujar peter  "apa? menghilang?" tanya zarael yang sedikit terkejut "iya , bahkan cctv tidak melihat ada yang keluar atau masuk ke dalam kamar mayat" ujar tris  "kita lanjutkan besok , kepalaku sangat sakit" ujar zarael sambil memijit pelipisnya  "baiklah apha , selamat beristirahat" ujar peter yang langsung keluar diikuti oleh tris dan dion  zarael mengeluh nafas panjang , siapa itu zora dan kenapa sangat mirip dengan matenya? apa dia adalah kembaran matenya? zarael harus mencari tau lebih dalam tentang siapa zora dan matenya . tanpa zarael sadari jika ia tertidur di kursi balkon
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD