Zarael , zora , dan theo sudah berada di dalam rumah theo , mereka tidak jadi kerestaurant karena zora bilang lebih baik ke rumah theo dia yang akan memasak sambil menceritakan apa yang theo tau tentang zora
zora dan zarael tengah memasak , mereka bercanda bergurau sambil memasak seakan-akan mereka lupa kalau mereka tidak terlalu akrab , zarael melihat sekilas kearah theo yang duduk dimeja makan tengah menatap zora seakan sangat merindukan zora
"jangan melihat istri orang seakan-akan kau meminta untuk menjadi buta" dindiran zarael berhasil membuat theo mengalihkan pandangannya
selesai masak zarael dan zora menghidangkan masakannya , theo bersemangat untuk memakan semua masakan yang ada di meja , selesai makan mereka duduk di ruang tamu , theo menuangkan keripik pisang di mangkok besar dan menuangkan air soda ke daam gelas
"ceritakan" ujar zora
"malam itu aku dan zora pergi ke pesta prom , saat pulang aku mengantarkan zora terlebih dahulu , anehnya saat kami tiba di rumah zora , rumah zora terlihat sangat gelap seperti tidak ada orang tapi pagar rumah zora tidak dikunci" jelas theo
"bukankah itu biasa?" tanya zarael
"biasa bagimu tapi tidak di keluarga mclyntire , mclyntire terkenal karena daddy zora yang sangat teliti terhadap sesuatu , selalu mengunci pagar sebelum pergi , selalu mengabari putrinya kemanapun dia pergi , selalu menghidupkan lampu sebelum dia pergi , dan lain-lain . aku sudah meminta zora agar menemaninya tapi dia tidak mau karena dia berfikir jika daddy dan mommynya sebentar lagi pulang" jelas zora lagi
"kau meninggalkan zora sendirian?"tanya zarael tidak percaya
"iya , karena akau tau dia adalah gadis pemberani walaupun sangat manja" jawab theo
"kau bodoh atau bagaimana? dimana-mana seorang lelaki tidak akan meninggalkan wanita dalam keadaan mencurigakan seperti itu" ujar zarael hampir marah
"aku tau! itulah penyesalanku sampai sekarang" jawab theo dengan emosi juga
"bisakanh kalian diam , zarael lebih baik kau dengar dulu baru berkomentar , ini adalah informasi penting untuk mencari pembunuhnya" ujar zora dengan nada datar tapi tersirat ingin memukul mereka berdua
"baiklah aku lanjutkan , aku pulang lalu mandi dan bersiap untuk tidur namun terdengar suara sirene polisi yang aku kira mereka lagi penangkapan bandar narkoba karena diblok aku dan zora ada bandar narkoba , paginya aku di cari polisi dan dari situlah aku mendengar kabar jika zora telah terbunuh , siapa sangka jika maam itu adalah malam terakhir aku melihatnya" ujat theo sambil menangis
zarael dan zora hanya bisa diam mendengar kabar itu , zarael sibuk memikirkan kenapa polisi datang di saat malam? siapa yang menelpon? apakah ada saksi mata? atau zora yang menelpon? ataukah si pembunuh?
"kau mencintainya?" tanya zora tiba-tiba yang membuat semua terkejut
"tidak! aku hanya menganggapnya adik" ujar theo cepat tapi tidak berani menatap zora
"kau berbohong!" ujar zora
"lebih baik kesampingkan dulu itu , apa yang terjadi dengan mayatnya? apa hasil otopsinya?" tanya zarael yang penasaran
"berita tentang pembunuhan itu masih ada sampai sekarang karena pembunuhannya belum terungkap , padahal sudah 5 tahun lamanya . kasus ini termasuk ane dan selalu di sembunyikan dari publik"
"kenapa?" tanya zarael
"mayat zora menghilang , aku sudah 5 tahun mencari zora kemana-mana , aku tau dia masih hidup" ujar theo sambil melihat ke arah zora
"aku bukan zora , aku adalah willi . walaupun kami mirip" ujar zora tajam
"aku tau kau adalah zora , kau tidak perlu berbohong" ujar theo cepat matanya sebelah sudah berubah menjadi warna merah
"kalau kata dia bukan sudah pasti bukan" ujar zarael datar walaupun zarael tau zora berbohong tapi zarael mengerti kenapa zora merahasiakan semua identitasnya karen suatu alasan yang ingin orang lain tau
"jika benar dia zora kau mau apa?" tanya theo yang bermaksud mengajak taruhan yang membuat zora emosi
"aku bukan bahan taruhan" ujar zra dingin
"kau mengajakku taruhan? apa kau pikir seorang wanita adaah mainan? bisakah kau menghargai wanita? apa jangan-jangan matemu akan kau jadikan baan taruan juga?' tanya zarael
"apa maksudmu membawa mateku? aku tidak akan membiarikan siapapun menjadikan mateku bahan taruhan" ujar theo marah
"lalu kenapa kau menjadikan mateku sebagai bahan taruabn?"tanya zarael
"aku tidak menjadikan matemu bahan taruhan , lagipula siapa matemu?" tanya theo , zarael hanya menjawab dengan lirikan ke arah zora
"tidak mungkin!" bentak theo yang melihat lirikan zarael
"mungkin saja , seorang alpha tidak akan berbohong" ujar zarael tersenyum penuh arti kearah theo
"apa maksud kalian? mate? bawahan victor?" tanya zor yang mulai bingung
"mate sama saja dengan soulmate tapi kami hanya menyingkatnya saja agar mudah diucapkan" jelas zarael lembut
"maksudmu dia juga bekerja dengan victor?" tanya zora kearah zarael
"tidak bekerja tapi dari desa yang sama" jawab zarael lagi
"senyum palsu"guman theo yang tidak menyukai cara tersenyum kearah zora
"aku bisa mendengarnya" ujar zarael ke arah theo
theo hanya memalingkan wajahnya dari zarael dan zora , zarael merangkul zora dan mengajaknya untuk pulang karena sudah sore lagi pula zarael tidak suka melihat theo yang selalu melihat zora apalagi tadi zora sudah di peluk oleh theo
"kami permisi , terima kasih atas makanan dan informasinya" ujar zora yang tersenyum kearah theo
"jangan tersenyum kepadanya wili , kau arus tau kalau dia adalah lelaki yang selalu mempermainkan hati wanita" ujar zarae sambil tersenyum mengejek kearah theo
"benarkah? tapi aku tidak tertarik kepadanya" ujar zora yang jujur
mendengar perkataan hal itu zarael tertawa puas berbeda dengan theo yang langsung tersenyum masam , zora dan zarael pergi dari perumahan itu . zarael melihat kearah zora yang hanya diam tanpa bersuara
"kita beli es krim yuk , lalu kita melihat matahari tenggelam" ujar zarael lembut sebenarnya zarael mau menghabiskan waktu bersama zora
"baiklah" jawab zora dengan senyum terpaksa yang membuat zarael cemberut
"aku tidak memaksa kalau kau tidak mau ya tidak masalah , kau tidak perlu menunjukan keterpaksaanmu itu" ujar zarael ketus
"aku hanya tersenyum terpaksa karena aku lagi tidak ingin tersenyum" jawab zora tidak kalah ketus
"jadi kau mau apa enggak?"tanya zarael
"ya aku mau" jawab zora
"kau mau es krim apa?" tanya zarael saat sudah sampai di depan toko es krim
"green tea" jawab zora
"baiklah , tunggu sebentar" ujar zarael yang langsung keluar dari mobil dan memasuki toko eskrim itu tidak sampai 5 menit zarael membawa es krim satu kotak sedang
"banyak sekali" guman zora
"tidak apa-apa , ayo kita pergi ke tebing di perbatasan kota disana sangat bagus untuk tempat melihat matahari terbenam" ajak zarael
"tidak usah , aku tidak mau merepotkanmu" ujar zora
"jika untukmu aku tidak akan pernah merasakan kerepotan" ujar zarael yang membuat zora tersipu malu
"berhentilah mengatakan sesuatu yang tidak berguna" ujar zora yang tidak mau melihat zarael
"aku tidak akan berbohong seorang alpha tidak akan pernah berbohong" ujar zarael percaya diri
"alpha ya? apa kau bekerja dengan jhose? karena di perusahaannya dia adalah calon alpha selanjutnya" ujar zora polos yang membuat zarael mencubit pipinya zora karena gemes
"siapa yang bilang aku bekerja untuknya? apa kau kira hanya dia yang punya sebutan itu?"tanya zarael
"iya karena baru kali ini ada perusahaan yang memberi julukan seaneh itu" jawab zora
"itu tidak aneh willi , apakau tau kalau tentara dan pasukan yang lain juga memakai julukan itu?" tanya zarael
"aku baru tau , sepertinya aku harus mencari tau lebih banyak tentang dunia" ujar zora
setengah jam mereka baru sampai ke tebing perbatasan kota , hanya ada dua mobil yang berada disana . zarael membukakan pintu mobil untuk zora , mereka duduk di kursi yang sudah tersedia di sana
"cantikan pemandangannya?" tanya zarael
"iya , sangat indah" jawab zora
"ayo kita makan es krimnya " ujar zarael yang mengeluarkan eskrim dari kulkas mini yang berada di mobilnya
zora mengambil satu bungkus es krim saat zora akan membukanya tiba-tiba saja ada dua anak kecil yang mendekati zora
"kakak makan apa?" tanya anak kecil perempuan itu
"es krim , adek mau?" tanya zora balik
"mau , tapi takut di marah kakak itu" ujar anak kecil itu lagi sambil menunjuk ke arah zarael
"kakak itu mukanya sangar yaa dek?" tanya zora sambil tersenyum manis , anak kecil itu hanya menjawab dengan angguikan
"nih kakak kasi , kakak itu tidak akan marah kok , berani dia marah kakak akan marahin dia balik kok , tenang saja" hibur zora yang membuat anak itu mengangguk senang
kelakuan zora dengan anak kecil itu berhasil membuat zarael tersenyum , setelah zora dan kedua anak kecil itu memakan es krim , mereka lanjut bermain kejar-kejaran yang diikuti zarael . semua berhenti ketika kedua orang tua anak kecil itu memanggil mereka
"mia , mitha ayo kita pulang , bilang terima kasih ke kakak-kakak itu" ujar ayahnya gadis kecil itu
"jadi nama kalian mia dan mitha yaa , kakak namanya willi semoga kita akan berjumpa lagi ya" ujar zora tersenyum senang
"kalau kakak namanya zarael , nanti kalau kita berjumpa lagi kakak akan belikan coklat dan es krim ya" ujar zarael sambil mengelus kepala mia dan mitha
"alpha? salam alpha" ujar kedua orang tua mia dan mita sekalian menunduk setelah melihat zarael
"ehem manusia eehem!" kode dari zarael membuat orang tua mia dan mitha langsung bersikap biasa aja
"kami mohon undur diri tuan" ujar orang tua mia dan mitha
"tidak mungkin" guman ayahnya mia dan mitha membuat zarael yang mendengarnya menaikan alisnya satu
"da.. mia dan mitha" ujar zora sambil melambaikan tangannya ke arah mobil yang di kendarai mia dan mitha
"eh mataharinya sudah mau tenggelam" ujar zora yang langsung duduk dan menikmati pemandangan indah itu
"willi , apa kau percaya tentang cinta pandangan pertama?" tanya zrael
"tentu saja tidak , karena aku belum ngerasain itu" jawab zora datar
"apa kau ingin merasakannya willi?" tanya zarael
"tidak , jika hanya mendatangkan sakit" jawab zora
"kau tidak akan merasakan sakit jika bersama aku , aku akan melindungimu kapanpun dan dimanapun" ujar zarael yakin
"jangan hanya lewat mulut saja , kalau bisa buktikan" tantang willi
"baiklah , artinya kau mau jadi pacarku" ujar zarael senang
"maaf?" tanya zora yang tidak percaya
"kau bilang buktikan perkataanku , sudah pasti akan aku buktikan jika kau menjadi pacarku" ujar zarael
"kau sudah mempunyai banyak wanita yang mengejarmu kenpa kau mau memacariku?" tanya zora
"karena hnya kau yang membuatku tertarik" jawab zarael cepat sambil menatap zora dalam
"kau belum tau aku siapa" ujar zora
"aku akan tau siapa kau sebenarnya seiring waktu , kau akan tau siapa aku dengan seiringnya waktu" ujar zarael
"jika aku tolak kau?" tanya zora
"aku akan menanyakannya besok dan besok lagi" jawab zaraelb
"kau tidak akan menyerah hmm?" tanya zora
"tentu saja jika itu tentangmu" ujar zarael
"kalau kau berbohong?" tanya zora
"aku akan membunuh diriku sendiri" ujar zarael
"baiklah , jika daam sebulan ini aku mempunyai rasa kepadamu , aku akan selalu bersamamu selamanya" ujar zora
"baiklah di bawah sinar matahari yang tinggal sedikit ini , aku berjanji kau akan selalu bahagia bersamaku" ujar zarael
“jika kau tidak membuatku bahagia apa yang akan kau lakukan?” tanya Zora
“tentu saja aku akan mencari cara supaya kau bahagia bersamaku” jawab Zarael
“baiklah , akan aku ingat janjimu . sekarang antarkanku pulang” pinta Zora
“baiklah , muai besok aku akan menjemputmu“ ujar Zarael
“z sekarang kau harus menandainya jika tidak kita akan kehilangannya” ujar Egerton lewat mindlink
“apa kau kira semudah itu? Jika dia seperti kita sudah aku pastikan sejak pertama melihatnya langsung aku tandai , tapi dia manusia aku tidak bisa kasar padanya karena dia akan ketakutan dan menjauh dari kita” penjelasan zarael tidak membuat Egerton serigalanya itu puas
“kenapa kita di takdir kan bermate manusia?” tanya Egerton
“mungkin dewi bulan mempunyai rencana untuk kita” jawab Zarael sabar
Zarael mengantarkan Zora pulang ke apartemennya , setelah Zarael mengantarkan Zora pulang zarael mendapatkan kabar jika wilayah kerajaan sebelah timur dekat dengan hutan kematian telah di serang oleh sekelompok rough atau serigala yang memberontak dan penghianat
Zarael langsung membawa mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata , Zarael membuka portal setelah membaca mantra . Zarael memarkirkan mobilnya ketika suda sampai di istana , Zarael langsung membuka jas dan dasinya lalu memberikannya kepada pelayan , Zarael hanya memakai kemeja saja
Zarael ke lapangan latihan tempur , Zarael melihat seluruh pasukannya sudah siap dengan baju tempur . Zarael meliat ke arah Tris , Peter , dan Dion yang juga sudah siap mendengarkan arahan dari Zarael
“Peter berikan aku laporan” ujar zarael dengan nada tegas dan muka dingin
“jumlah musuh ada hampir 2000 pasukan alpha , desa dekat hutan terlarang sudah hancur tapi sebagian warga sudah di evakuasi , sekarang mereka menuju ke balai kota derkam . pembatas timur dan penjaganya tidak ada yang selamat” lapor Peter ke zarael
“bisa separah itu? Bagaimana dengan bala bantuan?” tanya Zarael
“suda dibunuh semua alpha , laporan dari pasukan bayangan ada lycan yang ikut andil dalam pertempuran” jawab Peter
“lycan ya , wajar saja tidak ada yang bisa menghentikan penyerangan itu” ujar Peter
“jumlah pasukan kita?” tanya zarael
“ada 3000 pasukan alpha” jawab Tris
“apa kita akan menyerang istana memakai pasukan pasukan sebanyak itu?” tanya Zarael
“bawa 500 orang , satu orang aku yakin bisa mengalahkan 4 rough apa lagi kalian bertiga bisa mengalahkan 100 rough” ujar zarael sambil melihat ke arah ketiga sahabatnya
‘’maaf alpha aku baru mendapat laporan jika mereka sudah menghancurkan setengah kota , dan para warga di evakuasi ke kota lilyth” ujar Tris setelah mendapatkan mindlink dari pasukannya
“aku mau semua bersiap , kalian boleh menghajar sepuas kalian mau , ingat latihan kita , jangan sampai ada yang mati! Untuk lycan serahkan saja kepadaku . aku akan membuka portal , sampai sana kita langsung kepung itu agar tidak ada yang kabur ” ujar zarael yang mempercayai seluruh pasukannya
Zarael membuka portal dan berangkat menuju medan perang , zarael akan mendapatkan kejutan yang luar biasa yang tidak akan zarael tahu setelah penyerangan ini . penyerangan ini hanya permulaan bagi zarael yang akan naik Tahta .