PART 9

2671 Words
Zarael dan pasukannya sampai ke depan gerbang kota derman , Zarael melihat kota itu sudah banyak di penuh asap dan teriakan warga yang masih terjebak “pasukan B ikuti Dion ke arah timur , pasukan D ikuti gamma Tris ke arah barat , pasukan C ikut aku jaga pintu gerbang jangan sampai ada yang keluar dari pintu ini” ujar Peter  “maaf alpha dalam keadaan gelap ini pasti akan ada yang lolos dengan cara terbang ” ujar salah satu pasukan Zarael “maka aku akan memasang barier agar tidak ada yang lolos” ujar Zarael “baik alpha” ujar pasukan itu Semua pasukan langsung berpencar ke posisi masing-masing sesuai arahan yang di berikan oleh Peter , Zarael langsung merubah dirinya menjadi serigala yang ukurannya 3 kali lebih besar ukuran dewasa , Egerton berlari sekencang angin , sekejap saja zarael sudah berada di depan lycan yang tengah mengamuk dan menghancurkan kota  Egerton mengeram melihat lycan , lycan itu langsung berhenti menghancurkan kota ketika meliat Egerton datang , lycan itu tersenyum meremehkan Egerton yang membuat Egerton semakin emosi , egerto terkenal serigala alpha yang sangat muda emosi  “jangan terpancing eger!” peringatan dari Zarael membuat Egerton tidak menjadi menyerangnya  “dengar! Lycan itu sama seperti kita , dia bisa bertukar menjadi manusia , eger! Jangan sampai membunuhnya , kita harus mencari cara untuk tidak menyerang daerah vitalnya” ujar Zarael lewat mindlink   “aku mengerti , kau jadilah mataku di dalam sana” ujar Egerton  Lycan itu menyerang Zarael duluan dengan melayangkan cakarnya , Egerton dengan cepat menghindar . Egerton melompat ke arah lycan dan mencakar wajah lycan itu hingga matanya terluka  “kurang ajar” maki lycan itu lalu langsung menendang Egerton , Egerton yang tidak sempat menghindar langsung melayang sejauh 15 meter “sialan!” maki Zarael lewat mindlink  Bedanya lycan dan Egerton adalah lycan bisa berjalan dengan kedua kaki belakangnya , beda dengan Egerton yang sejenis direwolf , kekuatan lycan setara dengan kekuatan alpha biasa tapi alpha King adalah alpha yang memimpin seluruh alpha di dunia immortal kekuatan lycan tidak ada apa-apanya  Ras werewolf mempunyai bulu yang sangat lembut dan lebat , sedangkan lycan sangat tipis , alpha King sebesar 3 kali lipat orang dewasa berbeda degan lycan yang jika berdiri dengan kedua kakinya setinggi 10 meter , perbedaan lain direwolf berbicara lewat mindlink beda dengan lycan yang bisa langsung berbicara  “kau tidak apa-apa?” tanya Zarael  “tentu saja tidak” jawab Egerton ketus  “serang kakinya , jika dia tumbang kita akan mencabik-cabiknya hingga dia bertukar dengan wujud manusianya” ujar Zarael “rancangan yang bagus” ujar Egerton  Egerton berlari dengan kencang , lycan yang melihat itu langsung berusaha memukul Egerton dengan tiang bangun yang di robohkannya tadi , Egerton yang melihat ayunan tiang itu mendekat Egerton langsung melompati tiang dan berlari di atasnya , Egerton melompat ke pundak lycan , tangan lycan yang kiri berusaha menangkap Egerton tapi dengan cepat Egerton mencakar mata lycan itu  “arrrg!!” teriak lycan itu kesakitan  “sekarang Egerton!” teriak Zarael  Egerton turun ke bawah , Egerton memanjangkan kuku nya lalu mencakar kaki lycan itu hingga putus dan lycan itu tumbang , Egerton lari ke tangan lycan itu dan mencakarnya hingga putus . Egerton melakukannya dengan cepat hingga lycan itu sudah tidak mempunyai ke dua kaki dan tangan lagi  Egerton berubah wujud menjadi Zarael , Zarael menatap lycan itu dengan remeh , Zarael melihat pasukannya sudah kembali membawa kepala-kepala anak buah lycan yang sudah di musnahkan .  “berubahlah menjadi manusia dan menyerahlah , kau melawan pun sudah tidak berguna kau tidak kan menang “ ujar Zarael tersenyum licik yang membuat lycan itu menggeram Lycan itu berubah menjadi berubah menjadi wanita cantik , Zarael dan yang lain itu langsung terkejut . zarael melemparkan baju ke arah wanita itu , ada bedanya lagi antara lycan dan direwolf jika mereka berubah menjadi manusia kembali direwolf akan memakai baju seperti sebelum dia berubah menjadi werewolf sedangkan lycan jika berubah menjadi manusia pasti akan telanjang  “sepertinya kau butuh pertolongan , karena butuh waktu untuk menumbuhkan kembali tangan dan kakimu . Peter suruh salah satu warrior untuk menggendongnya dan masukan dia ke dalam hell room” ujar Zarael yang membuat Peter meneguk ludahnya  “tapi alpha dia adalah wanita” ujar Peter “aku tidak peduli mau dia wanita atau lelaki jika sudah membunuh wargaku , menghancurkan kotaku , membuat luka wargaku dia harus di hukum! “ujar Zarael dengan tajam “lapor alpha , prajurit kita tidak ada yang mati!” ujar Tris yang langsung mengalihkan pembicaraan takut Peter akan menentang Zarael  “bagus! Dion berikan bantuan dan perbaiki semua kerusakan semua di wilayah yang dihancurkan oleh lycan ini” ujar Zarael yang langsung di kerjakan oleh Dion  “bakar seluruh kepala-kepala itu , jangan sampai ada tengkoraknya yang tersisa” ujar Zarael   Zarael langsung membuka portal dan semua warrior masuk ke portal kecuali Tris , Peter , dan Dion . mereka harus memperbaiki semua kerusakan yang terjadi . setelah sampai Zarael langsung ke kamarnya , Zarael membuka bajunya lalu pergi berendam diri  “hari yang melelahkan , ternyata sudah jam 1 pagi ya . lebih baik aku istirahat karena besok adalah hari yang menyenangkan” ujar Zarael tersenyum mengingat dia telah jadian bersama Zora  “lebih baik aku menghubunginya untuk memastikan kalau dia uda tidur apa belum” Zarael menyuruh asisten teknologinya untuk menghubungi Zora  DI LAIN TEMPAT  Zora baru saja pulang dari tempat kerjanya , Zora memikirkan kejadian sore tadi saat bersama Zarael yang membuatnya tersipu malu , Zora meliat jam sudah menunjukan pukul 1 pagi , Zora pulang terlambat karena banyak pelanggan yang datang hari ini Zora melihat ke arah Hp yang bergetar ternyata zarael yang Menghubunginya , Zora memilih untuk tidak angkat karena dia sudah terlalu capek dan Zora juga harus mandi badannya suda lengket dengan keringat tapi Zarael tetap menghubunginya terus menerus membuat Zora langsung terpaksa mengangkat teleponnya  “halo sayang , sudah tidur belum?” tanya zarael  “sudah sebelum kau menghubungiku terus menerus” ujar Zora sedikit berbohong  “kalau begitu maaf , aku hanya mau bilang jika besok aku tidak dapat menjemputmu karena ada rapat di perusahaan” ujar zarael “oh bagus kalau begitu , jadi aku tidak akan di bicarakan oleh siapa pun!” ujar Zora  “tapi kau akan tetap di jemput oleh asistenku Peter! Kau tidak boleh berangkat sama orang gila itu” ujar zarael  “siapa?” tanya Zora  “tentu saja jhose!” jawab zarael dengan nada ketus  “aku hanya menganggap dia seorang adik!” ujar Zora   “dia itu suka kepadamu yang jelas kau harus menurutiku kalau tidak mau tempat kerjamu aku hancurkan!” ancam zarael yang membuat Zora mengalah  “baiklah! Aku mau tidur! Paham!” ujar Zora yang langsung mematikan teleponnya  “dia pikir dia siapa melarangku untuk tidak dekat dengan jhose!” ujar Zora yang langsung memejamkan matanya  Di pikiran Zora dari pada dia marah-marah tidak di depan orangnya lebih baik dia segera mandi dan tidur karena besok dia harus kuliah. Sinar mentari membangunkan Zora dari tidur lelapnya , Zora melihat jam di nakas ternyata suda jam 8 pagi , Zora langsung bergegas mandi dan bersiap dia harus segera kuliah . setelah selesai bersiap Zora langsung mengambi sepotong roti dan mengoles roti itu dengan selai kacang  Selesai sarapan Zora langsung keluar dari apartemennya , Zora masuk lift dan menekan tombol lantai 1 . sesampainya di dilantai satu Zora langsung keluar dari gedung apartemennya . saat masih di lobi Zora di kejutkan oleh seorang lelaki yang sangat tampan  “maaf anda yang bernama Willi bukan?” lelaki itu melihat Zora dari bawah ke atas seperti menilai sesuatu yang membuat Zora tidak nyaman “kalau iya kenapa? Ada urusan apa ya?” Zora melihat Peter dengan alis terangkat satu  “saya adalah asistennya Mr. Yugra , Peter . mari saya antar anda ke kampus karena saya juga akan menuju ke sana” Peter membungkuk untuk memberi hormat membuat Zora agak merasa canggung saat ini semua mata yang ada di lobi gedung apartemen tertuju kepada mereka berdua “maaf bisa anda jangan terlalu formal karena jika anda bersikap seperti itu saya akan menjadi bahan pembicaraan di dalam gedung ini” Zora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , dia mengira jika asisten Zarael orang yang sudah tua , jika Zora tahu akan setampan ini maka dia lebih memilih menaiki bus  “tapi anda adalah calon istri alpha saya” Peter mulai mencoba menguji Zora apakah Zora termasuk wanita gila uang atau wanita sederhana  Jika dari penampilan Zora sudah mendapatkan nilai plus dari Peter karena sangat cocok menjadi seorang luna sangat sederhana , hanya memakai hoodie , rambut di kuncit satu , celana levis dan memakai sepatu sneakers , sangat sederhana . dalam berbahasa juga Zora sangat sopan bahkan terlihat jika dia sangat tegas  “maaf sepertinya anda salah paham karena saya hana wanita yang ingin membuktikan kalau apa yang dia janjikan kepada saya itu benar apa enggak , saya tidak ada berniat menjadi istri Mr. Yugra” Zora hampir saja tersedak ludahnya sendiri karena terkejut bahwa dia di anggap calon istri zarael dosennya sendiri  Peter sudah menilai jika Zora sangat bagus menjadi seorang luna , sangat pantas wibawanya , cantiknya , tutur katanya , pakaiannya mungkin perlu di perbaiki sedikit . Peter tersenyum membuat para wanita di sana teriak karena senyuman Peter sangat manis  “baiklah , ayo saya antarkan anda ke kampus . Tidak menerima penolakan” Peter langsung merampas tas Zora lalu menarik tangan Zora menuju mobil limosin  “kelihatannya kalian bukan dari kalangan biasa ya” sindir Zora yang melihat mobil limosin itu  “sebaiknya anda masuk , anda tidak mau telat bukan?” Peter menyindirnya kembali membuat Zora kesal Zora masuk ke dalam mobil limosin , zona berpikir akan lebih hemat jika dia menumpang . Zora hanya diam selama perjalanan ke kampus  Peter juga tidak berniat berbicara kepada Zora , Peter lebih fokus ke iPad yang di tangannya . Zora merasa ini suasana yang bagus dari pada dia harus melayani Peter Zora melihat kampusnya sudah hampir sampai jadi dia meminta Peter untuk turun di samping jalan dari pada di kampus  “lebih baik berhenti di sini” Zora berbicara kepada peter yang membuat Peter mengangkat alisnya satu  “aku tidak mau jadi bahan omongan orang , lebih baik aku turun d sini” Zora jujur saat mengatakan itu karena dia tidak mau jadi pusat perhatian  “baiklah , tapi aku juga turun untuk memastikan kau aman sampai depan ruanganmu” Peter mengatakan itu seperti tidak ada masalah yang membuat Zora menatapnya tidak percaya  “tidak usah berlebihan , lebih baik aku turun sekarang! Jangan mengikutiku dan terima kasih tumpangannya” ujar Zora yang langsung keluar dari mobil  Peter ikut turun dari mobil juga , tanpa sepengetahuan Zora , Peter mengikuti Zora dari belakang Zora masuk ke kampus , Zora berhenti ketika merasa ada yang memanggilnya dari belakang  “Willi!” panggil seseorang dari belakang Zora  “apa sih teriak-teriak” ujar sambil melihat yang meneriaki namanya , Zora melihat Anne sahabatnya berlari mengejarnya ketika di depan Zora Anne tampak sangat marah “Willi pacar aku selingkuh , lihat ini fotonya” ujar Anne sambil memperlihatkan layar hpnya yang menampikan seorang wanita dan laki-laki yang saling berpegangan tangan  “terus?” tanya Zora setelah melihat layar hpnya Anne  “ayo temankan aku untuk memarahinya” ujar Anne yang langsung menarik tangan Zora  “kita akan kuliah Anne” ujar Zora  “jangan takut , aku bisa izinkan” ujar Anne tenang  Tentu saja Anne bisa izinkan karena keluarga Anne adalah salah satu donasi terbesar di tempat kuliahnya , Zora dan Anne pergi setelah mendapat izin untuk tidak kuliah  Anne menyuruh sopir untuk membawanya dan Zora pergi ke salah satu mall terbesar di London , Anne melihat bahwa pacarnya duduk sambil suap-suapan dengan mesra di salah satu restoran yang ada di mall itu  “aku akan langsung menghajarnya!” ujar Anne setelah melihat adegan itu tapi tangannya di tahan oleh Zora  “kenapa kau menahanku Willi!” ujar Anne emosi   “dengarkan aku baik-baik Anne! Kau pikir dengan kau langsung menghajarnya akan membuatmu puas? Kau memang puas sesaat tapi kau hanya akan mempermalukan dirimu” ujar Zora dengan sedikit emosi karena Anne membentaknya  “apa maksudmu?” tanya Anne dengan mata tajamnya  “dengar! Kau akan memperlakukan dirimu jika kau marah-marah depan publik , kau akan mempermalukan keluargamu juga , lebih baik kau pakai caraku agar kau tidak malu” ujar Zora  “apa caramu?” tanya Anne penasaran dan sangat setuju dengan apa yang dikatakan Zora  “tapi syaratnya kau harus tersenyum dan bersikap layaknya biasa saja” pinta Zora  “baiklah” jawab Anne  “sekarang liat aku dan ikuti alurnya” ujar Zora lalu berjalan berdua Anne  Zora dan Anne masuk ke restoran itu , Zora dan Anne berjalan menuju ke meja pacar Anne yang tengah tertawa bersama dengan selingkuhannya  “hai Jordan , sudah lama ya kita tidak bertemu” ujar Zora tiba-tiba yang membuat Jordan pacar Anne terkejut  “wil-willi , An- Anne” ujar Jordan langsung gugup  “siapa ya?” tanya selingkuhan Jordan  “oh hai maaf kami mengganggu kalian berdua , kenalin aku Willi dan ini Anne kami teman kampus Jordan” ujar Zora tersenyum  “oh aku Jesya , pacar Jordan” ujar Jesya tersenyum ramah tapi membuat Jordan keringat dingin “oh pacar ya , sudah berapa lama pacaran sama Jordan” tanya Anne yang tersenyum ramah tapi dalam hatinya sangat ingin menghancurkan restoran “baru setahun kok Anne , eh kalian pesan makanan dan minum aku yang bayar karena hari ini adalah hari jadian kami yang ke satu tahun” ujar Jesya ramah  “baiklah , pelayan!” panggil Anne dan pelayan yang mendengarnya langsung datang ke tempat Anne  “aku pesan jus mangga 2 yang gelas besar ya” ujar Anne  “Jordan kenapa diam saja? Ceritakan bagaimana kalian bisa ketemu” ujar Anne dengan senyum namun matanya tersirat sangat ingin mencekik Jordan  “ah itu bukan cerita yang menarik” jawab Jordan  “pasti sangat menarik kan Jesya , kalau begitu Jesya ceritakan” ujar Zora ke Jesya  “kami bertemu di tempat kerja , aku adalah asisten ke duanya” ujar Jesya  “oh asisten ke dua ya? Selalu suka yang jadi kedua ya?” tanya Anne dengan senyumnya  “maksudnya?” tanya Jesya  “oh tidak , jangan di hiraukan” ujar Jordan cepat , Zora yang melihat pelayan datang ke arah mereka langsung berdiri  “aku mau ke toilet bentar” ujar Zora , Zora menyenggol kaki pelayan itu dan jus yang dibawa pelayan itu langsung tumpah tepat ke badan Jordan  “ma-maaf tuan , maafkan saya” ujar pelayan itu panik dan langsung mengelap baju Jordan yang basah pakai tisu  “ah tidak- tidak apa-apa” ujar Jordan  Anne tersenyum senang walaupun bajunya sedikit terkena cipratan jus mangga , Anne mendekat ke arah Jordan dan membisikan sebuah kalimat yang tidak mau di dengar oleh pasangan immortal  “Jordan blerio aku menolakmu sebagai mateku , walaupun kau meminta kembali aku tidak akan menerimamu walaupun nyawamu sekalipun yang kau korbankan” bisik Anne yang membuat hati Jordan seperti di remas oleh sesuatu  “kita pergi Willi , oh iya Jesya aku adalah pacarnya yang sudah 3 tahun bersamanya tapi tenang saja kami sudah putus” ujar Anne yang langsung keluar bersama Zora  Jordan terduduk dengan mata kosong sedangkan Jesya berusaha membuat Jordan bangun dari ke termenungnya  “sekarang aku tinggal menunggu pasanganku selanjutnya , artinya aku sendiri “ ujar Anne agak sedih  “Anne mari ke tempat kerjaku , aku rasa kau akan merasa lebih baik mencicipi makanan penutup di sana” ujar Zora yang langsung pergi ke sana bersama Anne  “Anne lebih baik kau panggil aku dengan Zora , dulu sahabatku suka memanggil aku begitu” ujar Zora tiba-tiba yang hanya bisa di setujui oleh Anne , Anne tahu jika Zora tidak suka di tanya alasannya apa jadi lebih baik Anne hanya diam menurut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD