PART 10

1237 Words
Zarael memasuki hell room , hell room adalah ruang penyiksaan para tahanan yang berkhianat , pembunuh , dan kriminal berat lainnya . Zarael meliat seorang perempuan yang duduk di kursi listrik dengan keadaan lemah , Peter langsung menemui Zarael dan memberikan laporan ke Zarael  “Maaf alpha kami tidak menemukan informasi darinya , dia lebih memilih diam” ujar Peter ketika melihat Zarael masuk ke dalam ruangan  “memilih diam ya? Tidak usah beri dia makan selama seminggu kita liat apakah dia sanggup untuk tutup mulut” Zarael melihat wanita itu dengan tatapan tajam , Peter hanya bisa melihat zarael dengan tatapan tidak percaya  Peter tahu Zarael bisa jadi kejam jika itu menyangkut warganya , Zarael tidak akan memberi ampun kepada siapa pun yang mengganggu warganya . Zarael duduk di depan wanita itu , wanita itu melihat zarael dengan tatapan tidak suka  “pertanyaan pertama , kenapa kau menghancurkan tempat tinggalku?” Zarael menggunakan pertanyaan dengan nada dinginnya Wanita itu tidak menjawab , wanita itu malah semakin tidak senang dengan Zarael , tidak lama wanita itu tertawa sekencang-kencangnya yang membuat zarael jengkel dan bingung  “diam” ujar zarael sambil mengeluarkan aura alpanya tapi wanita itu tidak peduli dan tetap tertawa  “Peter! Cari tahu tentang wanita gila ini” Peter langsung mencari data tentang wanita tahanan itu , tidak sampai 5 menit semua data sudah berada di tangan Peter  “ini alpha , tapi kita hanya tahu sedikit saja alpha” Peter menyerahkan dokumen ke zarael dalam bentuk digital  “Gita? Gita Artena?” guman Zarael “Artena ? bukankah marga itu pernah kita dengar dari seseorang?” Peter langsung memikirkan nama marga itu  “lebih baik tidak usah dipikirkan alpha, jika kau mau tahu sesuatu kau bisa bertanya bik-baik bukan menyiksa aku seperti ini” gita berbicara dengan tatapan dingin  “baiklah , aku akan bertanya dengan baik-baik jika kau tidak menjawabnya juga artinya kau cari mati” zarael menyunggingkan senyum manis  “apa salah wargaku sehingga kau menghancurkan tempat tinggal mereka?” tanya zarael dengan nada ramah “salahnya mereka berada di calon alpha mereka” gita tersenyum licik  “salahnya ada padaku?” Zarael merasa bingung , belakangan ini dia tidak menyerang siapa pun bahan rough karena pekerjaan di dunia mortal lebih banyak  “ya , kesalahan ada pada dirimu , kau tidak pantas menjadi mendekati ratu kami , kau akan menghalangi takdirnya untuk balas dendam kepada kalian” gita mengatakannya dengan marah , gita tersenyum manis dan menatap zarael dengan ramah  “ ratu kalian? Aku tidak ada mendekati ratu siapa pun , bahkan aku tidak kenal dengan ratu kalian” zarael penuh kebingungan , Zarael mengingat siapa saja yang dia temui dan ajak berbicara “selamat tinggal alpha” gita menelan sesuatu yang sudah ada d dalam mulutnya ,gita langsung mati saat itu juga yang membuat Zarael marah  “sialan!” teriak Zarael yang langsung melemparkan kursi yang dia pakai ke dinding yang langsung menakuti seluruh orang yang berada di ruangan itu  “ buang dia ke dalam hutan kematian” perintah dari Zarael langsung di kerjakan oleh anak buahnya” Zarael keluar dari ruangan itu yang diikuti Peter  “Peter siapkan mobilku , aku akan pergi ke dunia manusia untuk menjemput mateku” Zarael langsung melesat ke kamarnya untuk berganti baju dia tidak boleh menemui Zora dengan baju yang sudah kotor bau keringat  Setelah rapi Zarael langsung pergi dengan mobilnya , Zarael datang ke kampus . Zarael melihat Zora yang keluar kampus dengan temannya  “aku harap itu tidak dapat tugas yang banyak saat izin di pelajaran yang pertama” ujar Zora sedikit tidak tenang  “kau itu pintar , pelajaran matematika sudah pasti kau pasti cepat siap” Anne mengatakan itu dengan santainya yang membuat Zora menghela napas  “sayang?” zarael memanggil Zora , Zora dan Anne terkejut karena Zarael muncul tiba-tiba  “sayang? Kau panggil siapa?’ tanya Zora  “tentu saja kau calon istriku” zarael mengedipkan matanya satu  “kau sudah punya pacar?” tanya Anne yang tidak percaya  “bukan pacar benar hanya pacar sementara saja” Zora mengatakan itu seolah-olah dia tidak memikirkan perasaan Zarael  “kau menyakitiku Willi” Zarael berkata seperti wanita yang di campakkan  “kau jangan begitu Zora , dia ganteng” Anne yang memnggil Zora dengan nama ‘Zora’ langsung terkejut  “Zora?” zarael mengatakan dengan nada bingung  “oh itu panggilan sayang dari aku” Anne mengatakan itu  “lebih baik kita pulang” Zora menarik tangan zarael untuk masuk ke dalam mobil zarael Setelah masuk ke dalam mobil sebelum masuk dia membuka pintu mobil untuk Zora terlebih dulu , selama perjalanan ke apartemen Zora , Zora dan zarael hanya terdiam tanpa sepatah kata pun  “ada yang mau di jelaskan?” Zarael memutuskan untuk membuka pembicaraan  “akan aku sampaikan di apartemen , sebaiknya kau tidak menjauh setelah aku menjelaskan semuanya” ujar Zora dengan kepala menunduk  “aku akan menerimamu apa adanya , seburuk apa pun itu” ujar zarael tersenyum menenangkan Zora  “aku terkejut kau bisa menenangkan seorang gadis” ujar Zora mengejek  “tentu saja aku bisa” zarael menggenggam tangan Zora seakan ia tidak mau melepaskan Zora  “mengemudilah dengan ke dua tanganmu , aku masih mau hidup” ujar Zora yang membuat Zarael tersenyum kecut  Sesampainya di apartemen Zora , Zarael dan Zora masuk ke dalam apartemen . begitu masuk Zora menuangkan air untuk Zarael , zarael tersenyum senang dalam pikirannya dia seperti di layan oleh istri saat dia pulang kerja  “makan saja makanan ringan ini sambil aku jelaskan semuanya” Zora memberikan Zarael 5 toples yang isinya makanan ringan semua  “baiklah , terima kasih” zarael mengambil satu toples berisi keripik kentang  “dugaan Theo bahwa aku adalah Zora itu benar , aku rasa kau juga sudah tahu hanya kau mau aku yang menceritakan semuanya sendiri” Zora menatap Zarael dengan senyuman manis yang membuat Zarael tidak tahan ingin memiliki Zora  “aku tidak ingat bagaimana aku mati atau siapa orang tuaku , saat aku terbangun dikamar mayat saat itulah aku kabur , aku merasa ada seseorang yang membisik jika aku tidak boleh mati dulu . aku bertemu Jhose di restoran aku tidak memberikan identitasku yang asli karena aku merasa akan ada yang akan mengincarku” “setiap malam aku selalu merasa ada yang mengawasiku , saat aku tidur atau bekerja . di mana aku berada selalu merasa terawasi , saat bersamamu saat itu juga aku merasa banyak mata yang mengawasiku” ujar Zora  “jadi kau bernama Zora Katrin Karla Zhort?” tanya zarael yang membuat Zora heran adalah nama marganya yang berubah  “Mclyntire , kenapa kau mengubah nama marga belakangku” Zora memperbaiki marganya  “Zhort ketika kau menjadi istriku” ujar Zarael yang tersenyum menggoda  “itu hanya terjadi dalam mimpimu” ujar Zora yang membuat Zarael tersenyum kecut  “kau tahu apa yang terjadi sekarang? Aku merasa ada sepasang mata yang mengawasi kita dari jauh padahal semua sudah aku tutup tapi aku masih merasa ada yang mengawasiku” Zora melihat sekeliling begitu pula Zarael yang memerhatikan sekelilingnya  “lebih baik aku bersiap , aku sudah waktunya aku bekerja” Zora langsung bangun dari duduknya  “Zora ? bolehkah aku mencari tahu tentang keluarga Mclyntire?” Zarael mengatakannya dengan nada memohon dan bersungguh -sungguh “boleh saja , aku percaya padamu” Zora langsung pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk bekerja. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD