Kepala Nastya terasa berdenyut, ia harus membersihkan rumahnya karena ulah Kashgar. Nastya bahkan tidak marah pada anjing* yang masih berjalan dengan pincang itu. Setelah cukup lama ia membersihkan seisi rumah, Nastya merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tamu. Sedangkan Kashgar dengan santai berjalan mendekat lalu meletakkan satu kaki depannya seperti memijat kaki Nastya.
“Anjing* pintar … sudah cukup, Kashgar. Melihatmu yang terlihat lucu, membuat lelah ku menghilang begitu saja. Kau anjing* yang manis dan juga pandai, entah di mana pemilikmu, hingga tega membuang anjing* seperti dirimu.” Nastya mengusap kepala Kashgar, lalu beranjak dari sana.
Kashgar mengikuti langkah kaki Nastya masuk ke dalam kamar. Dan saat tahu jika Nastya tengah melepaskan pakaiannya, seketika Kashgar menutup ke dua matanya dengan satu kaki depan. Anjing* itu terlihat malu, dan akhirnya berbalik badan.
Nastya sadar jika ada Kashgar di belakangnya, ia pun melihat sang anjing* tengah membelakanginya saat ini.
“Hei, apa kau malu melihatku tidak mengenakan pakaian? Kau sangat sopan sekali Kashgar, anjing* pintar.”
Nastya sangat beruntung karena menemukan Kashgar sore itu. Karena Kashgar bersikap manis kali ini, Nastya berjanji akan mengajak Kashgar berkeliling di sekitar rumahnya.
Makan malam kali ini memang terlambat, itu semua karena ulah Kashgar yang membuat Nastya harus membersihkan rumahnya terlebih dahulu. Nastya tengah memasak daging untuk dirinya, dan juga untuk Kashgar, meski anjing* itu bisa makan daging yang masih mentah, akan tetapi Nastya ingin melakukannya untuk sebuah hadiah karena bersikap manis.
“Kashgar, ini makanan untukmu.”
“Auw … auw.”
Karena Kashgar adalah seekor serigala, saat menjadi seekor anjing* Alaskan Malamute, ia tidak bisa menggonggong layaknya anjing* pada umumnya. Itu juga karena anjing* dengan jenis ini memang sangat jarang menggonggong.
Mereka sangat menikmati makan malam kali ini, dan setelah itu Nastya mengajak Kashgar untuk menonton televisi. Karena berasal dari dimensi lain, Kashgar yang saat itu melihat tayangan mengenai serigala di dalam televisi, seperti nalurinya merasa terpanggil dan membuat Kashgar melolong begitu keras.
“Hei, ada apa?” tanya Nastya.
Kashgar berjalan mendekati televisi lalu meraih layar yang cukup lebar itu hingga terjatuh.
Prang …
“Kashgar! Apa yang –“
Nastya terlihat menahan emosinya, ia tahu jika Kashgar tidak bermaksud melakukannya. Hanya saja, televisi itu ia beli dengan uang tabungan selama beberapa bulan. Nastya berjalan mendekati Kashgar, lalu melihat kondisi kakinya yang meraih televisi itu.
“Kau baik-baik saja?” tanya Nastya.
Kashgar menundukkan kepala, seperti menyesal melakukannya.
“Sudahlah … aku bisa membelinya lagi nanti. Tunggu di sana, aku akan membersihkan tempat ini.”
Kashgar berjalan kembali ke atas sofa, dan duduk di sana tanpa bergerak. Kepalanya ia letakkan di atas kakinya, lalu sorot matanya terlihat begitu kasihan pada Nastya.
Setelah melihat Nastya selesai membersihkan ruang tamu, Nastya mengajak Kashgar masuk ke dalam kamar dan beristirahat.
***
Pagi ini, Nastya memberitahu Kashgar untuk tidak mengulangi kegiatan sebeleumnya. Nastya juga memberitahu jika Kashgar berulah, maka ia akan menghukumnya kali ini. Anjing* itu hanya berposisi berdiri dengan lidah yang menjulur seperti mengerti apa yang dikatakan oleh Nastya.
“Kashgar, aku akan pulang larut malam ini. aku harap kau tidak ke luar dari dalam rumah, karena akan sangat berbahaya jika seseorang menemukanmu.”
“Aum.”
“Bagus! Anjing* pintar.”
Nastya berjalan ke luar dari rumah dan menutup pintu. Sedangkan Kashgar masih bisa melihat Nastya berjalan menjauh dari jendela. Anjing* itu seperti tidak rela saat melihat Nastya pergi, akan tetapi … ia memang harusmenjaga rumah seorang diri setiap harinya.
Saat Kashgar tengah merebahkan diri di atas sofa. Ia merasakan ada kehadiran dua serigala lain di sekitar rumah Nastya. Dan benar saja, Kashgar melihat dua serigala itu berdiri tepat di depan pintu rumah.
Mereka seperti sedang berinteraksi, hanya dengan tatapan mata, ke dua serigala itu akhirnya pergi dari sana. Kashgar mencoba untuk menggerakkan kakinya yang terluka, tetapi sayang … kakinya masih belum pulih dengan sempurna.
Kashgar mencoba meraih sesuatu di dalam kamar Nastya, akan tetapi ia justru membuat kamar itu semakin berantakan. Kashgar juga mulai belajar untuk merapikan barang-barang milik Nastya yang berserakan dan tidak pada tempatnya. Hanya saya … ia justru membuat kamar itu seperti sebuah kapal yang baru saja menabrak karang.
Setelah selesai dengan kamar Nastya, Kashgar kembali ke ruang tamu. Duduk dan menunggu hingga pemilik rumah datang.
Bosan … Kashgar tidak tahu lagi harus melakukan apa saat ini. Saat merasa lapar, ia pun meraih makanannya yang ada di dalam lemari penyimpanan. Kashgar menyeret bungkus makanan itu hingga terlihat ada kerusakan pada bungkusannya. Dengan gigi yang sangat kuat, Kashgar mengoyak bungkus makanan dan membuat isi di dalamnya berserakan di sekitar dapur.
Kashgar terlihat sangat senang saat ini, ia berhasil mengeluarkan makanan dari dalam sana, dan menikmatinya seorang diri. Setelah selesai dengan makanan yang ada di dapur, Kashgar berjalan berkeliling rumah. Anjing* itu ingin memastikan jika rumah Nastya aman dari panjahat. Sampai akhirnya ia mendengar ada suara di bagian garasi mobil.
Dengan berjalan mengendap-endap seperti mengintai, Kashgar melihat ada sebuah mantel yang bergerak. Anjing* itu berjalan mendekat, dan menarik mantel itu dengan giginya.
“Cit … ciitt.”
Seketika Kashgar terkejut dan berlari masuk ke dalam rumah.
Brak …
Brak …
Beberapa kali ia menabrak barang-barang di rumah Nastya, hingga akhirnya Kashgar sampai di dalam kamar. Anjing* itu seperti tengah bersembunyi di bawah kasur, dan memilih untuk diam di sana sampai Nastya kembali ke rumah.
Malam hari … Nastya yang baru saja kembali dari pekerjaannya, masuk ke dalam rumah dengan perlahan. Rumahnya terlihat gelap karena pasti Kashgar tidak bisa menghidupkan penerangan di sana. Saat Nastya menekan saklar, ia dikejutkan dengan kondisi rumah yang jauh lebih parah dari sebelumnya.
“Apa yang sudah dilakukan anjing* itu? aku sangat lelah, dan ia membuat kelelahan ini semakin menelanku,” gumam Nastya.
Nastya tidak menemukan Kashgar di manapun, hingga langkah kakinya mulai menyusuri rumah untuk mencari keberadaan Kashgar.
“Kashgar?” panggil Nastya di dapur.
Tidak ada.
Nastya mulai berjalan lagi untuk mencari anjing* yang memiliki tubuh besar itu.
“Kashgar?”
“Aum, auw.”
Mendengar suara Kashgar dari kamar, Nastya melihat langsung isi kamarnya yang sudah seperti kapal pecah itu.
“Astaga! Kamarku.”
“Auw, auw.”
Nastya kembali mendengar suara Kashgar, dan ia merendahkan tubuhnya, lalu melihat ke bawah ranjang.
“Kashgar? Paa yang kau lakukan di sana?” tanya Nastya.
Nastya menyuruh anjing* itu untuk ke luar dari bawah ranjang. Dan saat Kashgar ke luar, terlihat dari wajahnya rasa takut yang begitu dalam. Melihat hal itu, membuat Nastya tidak sampai hati untuk marah.
“Apa kau yang melakukan semua ini?” tanya Nastya.
Kashgar hanya mengusap-usapkan kepalanya pada kaki Nastya.
“Baiklah, sekarang bantu aku untuk membersihkan semua ini.”