Satu bulan sudah Kashgar tinggal di rumah Nastya. Ia kini mulai bisa menggerakkan kakinya yang terluka. Karena ketrampilan yang dimiliki Nastya, akhirnya Kashgar bisa pulih.
Pagi ini, Nastya berencana untuk mengajak Kashgar berkeliling. Sebagai hadiah karena sudah bersikap baik dan tidak membuat rumahnya berantakan. Namun, langkah kaki Nastya terhenti saat melihat mobil Sam berhenti tepat di depan rumah. Nastya berusaha untuk menyembunyikan Kashgar, akan tetapi anjing* itu justru berlari ke depan rumah dan menyapa Sam.
"Apa ini? Kenapa ada anjing* di dalam rumah?" tanya Sam dengan nada emosi.
Nastya berjalan menghampiri Kashgar dan menyuruh anjing* itu untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Sam, aku bisa jelaskan padamu. Aku menemukan anjing* itu tergeletak tidak berdaya di tumpukan salju. Aku tidak sampai hati meninggalkannya," jelas Nastya.
"Kau tahu bagaimana aku, seekor anjing* bisa membuat aku marah, Nastya!" seru Sam.
Nastya menundukkan kepalanya, ia merasa jika Sam keterlaluan. Karena Kashgar hanyalah seekor hewan yang tidak tahu apa-apa. Akhirnya Nastya tersulut emosi saat Sam mengancam akan membunuh Kashgar.
" Sebaiknya kau menjauh dariku dan Kashgar! " ujar Nastya dengan tegas.
"Jadi ... kau lebih membela anjing* daripada kekasihmu sendiri?" tanya Sam.
"Ya, itu karena Kashgar jauh lebih baik, daripada sikapmu yang lebih rendah dari mereka!" tegas Nastya.
Emosi dengan perkataan Nastya, tangan Sam tiba-tiba saja menampar pipi wanita itu.
Plak!
Suara tamparan itu membuat Kashgar berlari ke luar dan menyerang Sam.
"Ggrrr ... ggrr."
"Nastya! Aku akan menjauh jika kau tidak membuang anjing* itu!" teriak Sam sebelum ke luar dari rumah.
Setelah kepergian Sam, Kashgar berjalan mendekati Nastya. Ia meletakkan satu kaki depannya di pangkuan Nastya. Lalu Kashgar mencoba menjilati wajah wanita itu.
"Hei, hentikan! Geli! Kashgar, aku tidak apa-apa. Hubunganku dengan pria itu memang tidak terlalu baik. Maaf sudah membuatmu cemas," ujar Nastya sembari mengusap kepala Kashgar.
"Aum, auw."
"Baiklah, aku akan mulai perjalanan hidup tanpa Sam. Kita pergi berkeliling sekarang!" ajak Nastya.
Saat sedang berkeliling di sekitar lingkungan rumah. Nastya juga mencari tahu tentang pemilik Kashgar, ia berharap pemiliknya masib mencari keberadaan anjing* itu.
"Nona, anjing* milikmj sangat gagah. Apa aku boleh berfoto dengannya?" tanya seseorang yang tanpa sengaja menyapa Nastya.
"Tentu saja, Tuan. Silakan."
Selama berfoto, Kashgar terlihat begitu dekat dengan pria yang mengenakan jaket tebal berwarna cokelat. Seperti mengenal, akhirnya Nastya bertanya pada pria itu.
"Maaf, Tuan. Apa kau pernah bertemu anjing* ini sebelumnya? Karena aku rasa pemilik anjing* ini kehilangan dirinya satu bulan lalu," jelas Nastya.
"Tidak, Nona. Aku masih baru dilingkungan ini. Mungkin kau bisa bertanya pada orang lain."
"Baiklah, terima kasih."
Nastya kembali melanjutkan perjalanannya, dan ia tidak menyerah untuk menemukan pemilik Kashgar. Sampai hari mulai terik, Nastya memutuskan untuk berkunjung ke sebuah toko daging di daerah itu.
"Kashgar, aku akan membeli daging. Apa kau bisa bersikap baik? Jika kau berulah, tidak akan ada makan malam untukmu!" ancam Nastya.
Kashgar hanya menundukkan kepala, seperti mengerti apa yang dikatakan Nastya.
Saat di dalam toko, Nastya terlihat membeli beberapa kilogram daging untuk persediaan dirinya dan Kashgar. Tidak hanya itu, karena Kashgar sangat suka dengan tulang, Nastya juga membeli tulang untuknya.
Selesai dengan belanjaannya. Nastya berjalan ke luar dari toko dan menemui Kashgar yang masih duduk diposisi awal.
"Good boy! Ayo kita pulang sekarang!" ajak Nastya.
Ke duanya kembali berjalan hingga sampai di rumah Nastya. Namun, tepat di depan pintu rumah, ada dua serigala yang berdiri menghadang mereka. Tentu saja hal itu membuat Nastya takut. Langkahnya yang mundur membuat Kashgar mengerang.
Gggrrr ...
Tidak lama setelah itu, dua serigala itu berjalan dengan santai meninggalkan mereka. Nastya terlihat kagum pada Kashgar, dan ia pun masuk bersama ke dalam rumah.
"Kashgar, kau bisa duduk di sana. Aku akan memasak daging ini untukmu," ujar Nastya.
"Auw ... Aauw."
Nastya tersenyum, lalu kembali melanjutkan kegiatan memasaknya.
Setelah beberapa menit berlalu, Kashgar mulai mencium aroma daging yang sedang dimasak oleh Nastya. Anjing* itu ingin sekali berlari ke dapur, tetapi ia tidak ingin jatah makan malamnya dikurangi karena hal itu. Memilih untuk diam adalah hal terbaik yang bisa dilakukan anjing* besar itu.
Nastya memanggil Kashgar, dan makanan sudah siap untuk disantap. Kashgar terlihat begitu senang, ia memakan semua daging yang disediakan Nastya untuk dirinya.
"Apa kau sudah kenyang?" tanya Nastya.
"Aum ... Auw."
"Hahaha, kau benar daging ini memang yang terbaik di kota ini. Apa kau ingin memakannya lagi? Jika iya, aku akan membelinya satu minggu sekali."
Kashgar terlihat begitu senang, terlihat dari caranya memberikan ekspresi ke Nastya.
Setelah semua selesai, Nastya kembali ke kamar untuk membersihkan beberapa barang yang sudah dirusak oleh Kashgar.
Beberapa kali Nastya terdengar bergumam, ia memang lelah jika harus melakukan semua seorang diri. Akan tetapi, siapa yang akan membantunya jika ia tidak melakukan semua sendiri.
"Lelah sekali ... esok aku harus ke klinik pagi sekali, dan hampir semua barangku rusak karena Kashgar," gerutu Nastya.
Selesai dengan kegiatannya, Nastya segera naik ke atas ranjang, dan memejamkan matanya.
Keesokan paginya, Nastya terburu-buru pergi ke klinik. Ia bangun terlalu siang, hingga Helga menghubunginya dan berteriak, ada seekor hewan yang membutuhkan dirinya di sana.
"Kashgar maafkan aku, aku tidak bisa memberikan daging pagi ini. Kau bisa makan makanan anjing* ini saja, oke? Maaf, aku sudah terlambat!"
Nastya berlari ke luar dari rumah dan meninggalkan Kashgar seorang diri di sana.
Sementara di dalam rumah, Kashgar tersenyum miring melihat rumah yang sudah tidak berpenghuni itu. Ia pun mulai bisa menggunakan kekuatannya untuk menjadi seorang manusia.
"Ah ... akhirnya aku bisa memiliki tubuh ini lagi," ujar Kashgar.
Pria dengan tubuh tinggi dan memiliki bulu halus di sekitar wajah itu, kini berjalan ke arah dapur. Kashgar membuka isi lemari pendingin milik Nastya, dan menemukan daging di sana.
"Aku akan memasak untuk Nastya," gumam Kashgar.
Pria itu mulai memasak dengan lihai, meski hanya untuk memasak sepotong daging. Kashgar melakukannya dengan maksimal. Di tangan kanannya sudah memegang sebuah pisau, dan di tangan kiri memegang daging.
Tok
Tok
Tok
"Tuan ... akhirnya kau bisa kembali ke wujud manusia," ujar seorang pria dengan jubah cokelat.
"Seff, penjaga setiaku. Masuklah, dan kita berbincang di sini. Aku ingin sekali mendengar kabar istana," ujar Kashgar sembari memainkan pisau yang ada di tangannya.
"Tentu saja, Tuan. Keadaan istana terlihat normal, Raja Thrain sedang memerintahkan beberapa pasukan untuk menjaga pintu gerbang."
"Apa Raura berulah?"
"Sepertinya bukan Nona Raura, akan tetapi ... saudara angkatmu."
Kashgar terlihat emosi mendengar cerita Seff. Karena musuh Kashgar adalah kakaknya sendiri. Dan sudah sejak lama sang kakak menginginkan tahta Raja Thrain.
"Seff, katakan pada Matrius untuk melindungi Ayahanda."
"Mengerti, Tuan."
"Untuk sementara ini, biarkan mereka menganggap aku mati. Kau harus lebih sering berada di dalam istana, dan jangan menemui aku tanpa panggilan."
"Baik, Tuan."