9. Sembilan

1081 Words
Sebelum Nastya terbangun, Kashgar tengah memasak untuknya. Pria yang terlihat garang itu, memang memiliki hati yang lembut jika sedang menaruh hati pada seorang wanita. Ia membuat sandwich dengan isian daging yang di panggang dengan sempurna, tidak lupa sayuran yang segar juga terselip diantara roti dan daging. Terlihat lezat, dan Kashgar hampir saja memakannya jika tidak ingat dengan Nastya. Usai melakukan semua kegiatan di dapur, Kashgar langsung merubah wujudnya menjadi seekor anjing* lagi. Dan benar saja, tidak lama setelah itu Nastya terdengar terbnagun dan masuk ke dalam kamar mandi. “Kashgar! Kau di mana?” panggil Nastya. Anjing itu tidak menghiraukan panggilan Nastya, dan justru memilih memejamkan matanya di atas sofa. Ceklek “Kashgar?” panggil Nastya sekali lagi. Nastya melihat anjing* itu tengah tertidur, dan ia tidak ingin mengganggu saat Kashgar sedang terlelap. Nastya berjalan menuju ke dapur dan melihat sudah ada makanan di sana. Tidak hanya itu, ia bahkan menemukan dapur yang berantakan karena seseorang yang menggunakannya tidak langsung membersihkan tempat itu. “Astaga! Siapa yang melakukan ini semua?” gerutu Nastya. Ia harus membersihkan semua terlebih dahulu hingga selesai. Setelah itu, Nastya duduk di kursi meja makan untuk menikmati sandwich yang tersedia di sana. “Kenapa hal ini sering sekali terjadi? Lalu … siapa yang memindahkan aku ke kamar?” gumam Nastya. Nastya menggelengkan kepala, lalu melanjutkan kegiatannya untuk memakan roti dengan isi daging itu. sampai akhirnya semua selesai ia kerjakan, Nastya harus segera ke klinik untuk melakukan pekerjaan lainnya. Namun, saat Nastya membuka pintu rumah … Kashgar berlari menghentikan langkah Nastya. Beruntung saat itu Nastya menghentikan langkah dan menoleh ke arah Kashgar. Karena seekor ular sedang melewati halaman rumahnya, dan bisa saja menggigit Nastya. “Terima kasih, aku harus segera pergi. Aku sudah menyiapkan makanan untukmu di dapur, kau bisa melihatnya. Jangan ke luar rumah tanpa memberitahu. Kau bisa menekan tombol itu di sana, ah … aku lupa untuk memberitahu hal ini padamu kemarin. Tunggu sebentar, kemarilah! Aku akan menjelaskannya padamu,” ujar Nastya. Ia kembali masuk ke dalam rumah, dan mengajarkan pada Kashgar cara untuk menghubungi dirinya yang sedang berada di klinik. “Kashgar, kau lihat ini? Tombol ini bisa menghubungi aku jika kau ingin ke luar dari rumah, atau ada yang datang dan masuk tanpa izin. Aku akan membalas panggilan itu, kau lihat lampu ini? Jika kau melihat cahaya terang, itu adalah sinyal bahwa kau bisa keluar. Tetapi, jika lampu ini redup seperti ini, kau tidak diperbolehkan untuk keluar! Mengerti?” jelas Nastya. “Aum, auuw.” “Anak pintar! Baiklah, aku harus segera pergi!” Nastya melangkah keluar dari rumah itu, meninggalkan Kashgar seorang diri di dalam sana. Kashgar memanfaatkan kesendiriannya untuk berubah menjadi manusia kembali. Ia terlihat meregangkan tubuhnya karena lelah menjadi anjing*. Meski kekuatannya hampir kembali, tetapi kutukan itu tidak bisa terlepas jika Raura belum mati atau melepaskannya sendiri. “Tubuhku terasa sangat sakit. Kapan aku bisa kembali seperti ini sepenuhnya?” gerutu Kashgar. Tok Tok Tok Terdengar suara pintu yang terketuk, seseorang sedang berkunjung dan Kashgar sudah tahu siapa di depan sana. Pria itu berjalan menuju pintu masuk dan membukanya dengan segera. “Seff, masuklah! Ada apa?” tanya Kashgar. “Tuanku, Klan yang ada di Blackdale mulai menyerang secara perlahan. Mereka mengirim beberapa orang untuk menyamar di dalam Wolfbend.” “Hmm, bagaimana keadaan Ayah?” “Raja hanya bisa memerintahkan pasukan terkuat untuk melindungi istana, sementara p*********n yang terjadi di sekitar istana, dijaga ketat oleh penjaga gerbang,” jelas Seff. “Apa kau sudah tahu cara menghilangkan kutukan ini? Jika aku bisa kembali menjadi serigala, aku pasti bisa membunuh Raura!” jelas Kashgar dengan kesal. “Tuanku, Nona Raura tidak pernah muncul kembali setelah mengetahui kau ada di dunia ini. sementara Tuan Rafe masih bergerak berusaha merebut tahta,” terang Seff. Kashgar terlihat memijat kepalanya perlahan, tidak banyak yang bisa ia lakukan saat ini, karena kondisinya yang tertahan akibat kutukan itu. Kashgar hanya bisa menyuruh Seff dan Matrius untuk melindungi Raja dan seluruh istana Wolfbend dari serangan Raura juga klan lainnya. “Bagaimana keadaan Ibunda?” tanya Kashgar. “Ratu masih berada di area terlarang, Raja ingin melindunginya dan tidak mengizinkan siapapun menyentuh Ratu selama di sana,” jelas Seff. “Bukankah area itu sudah lama tidak terjamah? Dengan siapa Ibunda tinggal?” tanya Kashgar cemas. “Ratu bersama beberapa pengawal dan selir. Seperti biasa, Ratu sendiri sudah membuat perisai untuk melindungi dirinya sendiri.” “Ibunda selalu seperti itu, dia memang salah satu klan terkkuat, tetapi … Ayah tidak pernah mengizinkan Ibunda turun ke medan perang.” Perbincangan mereka terlihat begitu serius, hingga mereka tidak sadar jika ada seseorang yang melihat semua itu dari kejauhan. Tanpa sengaja, tatapan mata Kashgar melihat orang itu di sana, dan menyuruh Seff berubah menjadi serigala. Sedangkan dirinya berubah kembali menjadi seekor anjing*. “Seff, pergilah!” ucap Kashgar. Seff melangkah melewati pintu belakang, dan dari pintu masuk rumah Nastya, seorang pria dengan seragam polisi masuk begitu saja. Gggrrr … Kashgar yang tidak menyukai pria itu, terlihat marah dan ingin mengusirnya. “Maaf, aku hanya ingin memastikan jika rumah ini tidak menjadi sasaran penjahat, aku melihat ada orang masuk kemari, apa kau melihatnya?” tanya pria itu. Ggrrr … “Baiklah … aku akan pergi. Maafkan aku, jangan beritahu Nastya mengenai hal ini, okay?” Akhirnya pria itu pergi dengan menutup pintu secara perlahan, ia meninggalkan rumah Nastya dengan beberapa kali menengok dan memastikan jika di dalam sana memang tidak ada orang yang mencurigakan. Kashgar terlihat kembali mengubah wujudnya, akan tetapi kali ini ia berada di dalam kamar Nastya. Kashgar melihat kamar yang masih belum sempat dirapikan oleh pemiliknya. “Kenapa benda ini ada di sini?” gumam Kashgar dengan menenteng pelindung tubuh bagian depan milik Nastya. Kashgar kembali melihat buku dongeng yang ada di rak tempat Nastya menyimpan. Masih sama seperti sebelumnya, buku itu kosong tidak ada coretan tinta sama sekali. Namun, ada yang aneh pada buku itu. kejadian yang sudah ia alami bersama Nastya, tertulis di sana. “Bukankah ini kejadian beberapa hari lalu?” Kashgar membolak-balikkan lembaran kertas itu. Aneh … Kashgar tidak menyangka jika buku itu menjadi misterius. Tidak ingin Nastya tahu, Kashgar menyembunyikan buku itu di bawah ranjang. Pria itu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, dengan menghela napasnya panjang.  Sudah cukup lama ia tidak kembali ke Wolfbend. Rasa rindunya hanya tertuju pada sang ibu. Tidak ada hal lain yang membuat Kashgar ingin kembali ke istana, karena keadaan di sana cukup membuatnya kesal. Belum lagi sang Kakak yang kini memberontak dengan menyerang sang ayah. “Aku akan membunuhmu Rafe!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD