Beberapa bulan setelah kejadian itu. Hari-hari Kamerun tanpa sahabat dan juga orang terkasihnya, ia mulai belajar hidup seperti awal sebelum dia mengenal Raja dan juga kenangan-kenangannya. "Merun bisa kamu bersihkan meja nomer tiga?" Kamerun mengangguk dan ia segera melangkah pergi mendekati meja nomer tiga. Saat tangannya mulai membersihkan meja tiba-tiba saja tangan kekar seseorang menggenggamnya. "Mark!" Kamerun tersenyum senang melihat sahabat lamanya. Mark melepas tangan Kamerun dan segera duduk didepan wanita itu. "Ternyata jauh juga lo kaburnya ya?" Kamerun mengulas senyumnya. "Bukannya gue kabur cuma lebih baik gini aja. Jadi orang asing dan tidak kenal siapa-siapa. Oh ya! Gue denger paman gue kerja ditempat lo?" Mark mengangangguk. "Lo gak mau telfon mereka? Kasi ka

