Setelah mendengar kabar buruk dari orang kepercayaannya, Marcus segera kembali menghubungi Edo dan beruntungnya masalah paman Kamerun sudah terselesaikan. Ditengah malam yang semakin larut, Marcus bersandar pada pohon besar yang terletak tepat disebelah pintu masuk loby hotel. Marcus tengah menunggu Edo sampai ketempatnya berdiri. Sambil melirik jam tangannya, Marcus tidak henti-hentinya menghela nafas. Karma is the real. Ini sangat menggelikan dan juga menakutkan. Andai saja dia dulu pernah berfikir jernih sebelum berbuat onar mungkin dimasa tuanya seperti ini Marcus bisa menikmati hidupnya dengan tenang. Benar apa yang orang katakan jika buat jatuh tak jauh dari pohonnya. Anak adalah cerminan dirinya dan anak adalah gambaran dari sikap kedua orang tuanya. Namun sebagian besar sifat R

