"sampai kapan lo bakal bersikap egois seperti ini?" Bentak Bagas kepada Raja. Mendengar kemarahan Bagas, Raja mengacak rambutnya frustasi. "Lalu gue harus apa? Sungguh! Gue gak bisa lepasin Kemarun begitu saja. Ini masalah hati Gas. Dan gue benar-benar tidak bisa berkutik." Bagas terkekeh sengit. "Lo fikir cinta bisa lo paksain Wa? Ingat didunia ini tidak semuanya bisa lo beli dengan uang termasuk kebahagiaan." Bagas melangkah pergi dari ruangan Raja. Namun ia menghentikan langkahnya tepat diambang pintu. "Termasuk cinta Kamerun terhadap Tuan Marcusnya." Raja mendengus kesal dan ia tetap tidak bisa dikendalikan karena perasaan cintanya yang menggebu mengubahnya menjadi pria egois dan tidak mau menyerah begitu saja. Sang ayah sudah menyerah dan kini gilirannya untuk berjuang. Harus!

