35.

1483 Words

*** Berjam-jam telah Satria lalui dari dalam pesawat dan baru subuh tadi ia sampai di kediamannya. Kediaman putra sulung Bagaskara. Satria pikir hanya akan ada Ayah dan Ibunya saja tapi Paman dan Jaxon pun ikut menyambut ke datangannya di Bandara. Hal sederhana itu pun mampu membuat Satria bahagia. Dan sore ini, ia kembali dikejutkan dengan sebuah persiapan yang sedang dilakukan keluarga besarnya. Satria mengernyit heran, "ada apaansih bang?" Tanyanya pada Jaxon. "Jam berapa sekarang?" Tanya Jaxon. Satria melirik jam di tangan kirinya. "16 lebih 08, berarti jam 4 lebih 8 men--wait... 16...08... Ya tuhan," Satria memeluk Jaxon dengan erat, "thanks, makasih karena kalian semua udah inget ulang tahun gue yang padahal gak usahlah ngadain acara kayak gini." Ucap Satria. Jaxon mengangkat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD