34.

863 Words

Hari ini adalah hari di mana Satria lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkutat dengan pekerjaannya di kantor, semua itu hanya untuk mengurangi rasa rindu terhadap kampung halamannya, khususnya gadis yang sampai saat ini masih di cintainya. Drrt... Ponselnya bergetar. Satria langsung meraihnya dan mengangkat panggilan telphone tersebut. "Halo, Mah?" "Mamah minta kamu buat pulang, besok kamu harus sampai..." Ternyata Meyra yang menelphone Putranya itu. Satria menghela nafas berat. "Nanti aku pulang," "Besok Satria, besoook! Mamah gak mau tahu, pokoknya besok kamu harus pulang." "Tapi--" "Satria, ini Papah. Besok pas pulang, bawa rincian dari kantor." Tambah Al dan Klik. Sambungan dimatikan. Mau tidak mau, dirinya harus pulang. Jika tidak, maka Meyra akan datang dan lebih burukn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD