Dua Belas

1765 Words

Hari senin saatnya kembali berkutat dengan pekerjaan kantor. Saat Raina tiba di kantor, ketiga sahabatnya sudah berkumpul di dekat kubikelnya seolah sangat menunggu kedatangan Raina. “Apa? Mau tagih jeruk mandarin sama manisan?” tanya Raina melotot sebal. Dia sudah hafal dengan kebiasaan ketiga sahabatnya setiap tahun. Untung saja Raina belum menikah, jadi mereka tidak meminta angpao. “Lebih penting dari itu,” jawab Oliv. Raina meletakkan tasnya lalu menatap ketiga sahabatnya dengan bingung. “Terus?” “Katanya lo suka bang Aries, tapi lo kok malah berpindah ke Devan?” tanya Sada, nyolot. Kedua alis Raina bertaut bingung, perasaan kemarin dia tidak melakukan hal aneh dengan Devan selain duet kemarin dan Raina malah menghabiskan waktunya dengan Aries. Setelah duetnya dengan Devan, Ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD