Brendy POV Kulirik jam dinding di samping atas menunjukkan pukul 10 malam, tubuhku saat ini benar-benar lelah karena acara fashion tadi siang. Namun aku tersenyum sendiri ketika mengingat tadi sore Ale mencium bibirku saat mengantarkan aku pulang. Aku sengaja memberi sebuah alasan yaitu lelah karena tidak mungkin aku akan bertemu Gavriel jika aku bersama Ale, karena waktu akan sangat cepat ketika aku bertemu dengan dia. Beep...beep..beep.. suara ponselku berbunyi. Ku lihat nama di depan layar ku, aku berharap itu adalah Ale namun tidak.. ternyata itu adalah si laknat Gavriel dengan berat hati ku angkat telpon itu. "Hallo." "Aku di depan rumah mu cepat keluar!" Ucap Gavariel. "Apaa? Di depan rumahku? Apa kau gila?" Dengan cepat aku berdiri dan berlari membuka pintu ternyata benar..

