“Nyonya Megumi, apa maksudmu?” tanya Sena tak suka, apa yang dikatakan oleh Megumi sungguh menyinggung perasaannya. Ia merasa kalau Megumi tengah merendahkan Kyara. “Bukankah sudah jelas apa yang aku katakan padamu, Nyonya Sena. Kalau putrimu itu terlalu sombong dan angkuh, merasa banyak yang menyukainya membuat ia menjadi gadis keras kepala.” ujarnya dengan nada penuh sindiran. “Sepertinya bukan hanya Raka yang terluka dengan penolakanku. Tapi anda juga Nyonya Megumi.” Kyara datang dan menjawab perkataan Megumi barusan. “Apa anda begitu menginginkan aku menjadi menantumu, hingga anda merasa sangat terpukul dengan penolakanku?” Megumi tersenyum tapi mulutnya ikut berdecih dalam senyuman itu, ia tatap lekat-lekat wajah Kyara. “Pada mulanya memang begitu, akan tetapi setelah aku tahu ken

