PART 3

764 Words
Setelah mereka sampai di kelas XII IPS 1 yang merupakan kelas keenan dkk, mereka segera masuk karena sebentar lagi guru yang mengajar mata pelajaran akan segera masuk. Kelas yang mulanya berisik langsung hening ketika mereka memasuki kelas. "Lah kok pada diem?” Tanya Gavin. "Kita kira bu Ratna." sahut siswa kelas tersebut. Setelah itu kembali berisik. Keenan dkk segera pergi ke bangku masing-masing. "SELAMAT PAGI ANAK-ANAK." sapa bu Ratna. "PAGI BU,” jawab anak kelas tersebut. Mereka langsung memulai pelajaran bu Ratna yaitu bahasa indonesia. "Baiklah ibu disini sebagai wali kelas kalian, dan hari ini ibu hanya absen saja karena hari ini hari pertama kalian masuk tahun ajaran baru sebagai kakak tingkat. Ibu harap kalian bisa menaati peraturan yang ada kelas ini!” ucap bu Ratna dengan senyuman. "Khusus Dion dan Gavin jangan buat kerusuhan!" ucap bu Ratna sambil menatap tajam kedua siswa biang onar itu. "Kita itu nggak buat kerusuhan bu, kita hanya menghangatkan suasana aja," balas Dion dengan senyum menyebalkannya. "Menghangatkan-menghangatkan. kelas kita udah panas jangan di tambah panas, atau kamu mau yang lebih panas bagaimana ibu akan kasih gratis kamu berdiri di lapangan?" ucap bu Ratna dengan smirk nya. membuat kedua curut itu bergidik. Yang lainnya hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua. “Ih ibu nggak suka di ajak bercanda.” cemberut Gavin. "Ibu nggak suka bercanda ibu suka serius," ucap bu Ratna cuek. "Wah ibu minta saya seriusin?" tanya Dion sok polos. Bu Ratna bergidik "Nggak mau saya di seriusin sama kamu yang cuman punya modal tampang doang Dion, ingat saya sudah punya anak!” ucap bu Ratna Tajam membuat seisi kelas terbahak. "Ibu, saya juga kaya lo," ucap Dion yang tak mau kalah. "Iya uang bapak mu." Ketus bu Ratna Dion cengengesan "Tu ibu tau heheheheh.” Bu Ratna hanya geleng-geleng melihat kelakuan siswa nya ini. “Beban keluarga jangan sok keras,” sahut Gavin pedas. "Diem lu dugong," balas Dion tajam. "Pala lo dugong," balas Gavin tak kalah tajam. "LO," tunjuk dion. Sebelum menyelesaiakan kalimatnya Dion sudah di potong oleh bu Ratna “ DIEM DION GAVIN!" tekan bu Ratna membuat mereka berdua lamgsung mengatup mulut nya rapat rapat. "Dan kalian berlima jangan keseringan bolos, kalian sekarang udah kelas dua belas. Khusus nya kamu Keenan, walaupun kamu anak pemilik sekolah peraturan yah peraturan” ucap bu Ratna memperingatkan mereka.Keenan hanya mengangguk kepala nya cuek. Bu Ratna menghela nafas, intinya ia sudah melalukan tugas pertama nya sebagai wali kelas. “Kalian freeclass," tambah bu ratna setelah selesai absen. "Ibu Ratna emang paling cantik,” puji Dion. "kamu ini Dion kalo nggak belajar mukanya seger banget,” cibir bu Ratna. "Ibu tau aja,” balas Dion cengengesan. "Yaudah pertemuan kita hari ini sampai di sini sampai jumpa anak-anak,” ujar bu Ratna. "Sampai jumpa bu." sahut mereka serempak. "Gimana nih guys ke kantin atau kemana?" tanya Nathan. "Kantin aja,” jawab Keenan dingin. Mereka melewati koridor menuju kantin. Sesampainya mereka di ambang pintu kantin mereka langsung menjadi pusat perhatian, mereka tidak peduli kecuali dua curut Gavin dan Dion yang asik tebar pesona.bisa mereka liat bangku pojok kantin yang telah di cap mereka sebagai bangku khusus mereka. Tidak ada yang berani membantah anggota inti deathroid. Tidak ada yang berani duduk di bangku tersebut kalo mau hidup aman. "Mau pesan apa?” Tanya Gavin. "Samain aja semuanya,” jawab Aksa datar. "Baiklah tuan makanan akan secepatnya datang," ujar Gavin dengan muka di buat seperti seorang pelayan. "Anj komuk lo cocok jadi babu deh vin." timpal Dion. "Diem lo upik abu!" balas Gavin tajam. "Udah-udah kapan pesannya?" Nathan menengahi mereka. Gavin mendengus tanpak kata ia segera pergi ke stan makanan. Dion hanya menahan tawa liat wajah cemberut sahabat nya itu. Setelah makanan mereka datang mereka langsung makan dengan hikmat. Jangan kalian kira Gavin sendiri yang bawa, mana mungkin. Gavin di bantu ibu kantin yh guys. "Nath tu cewek lo kayaknya nyari tempat duduk." tunjuk Dion ke arah Valerie dan Sella yang kebingungan seraya menatap sekeliling kantin. Kenapa hanya mereka berdua? Keisya biasa nya bawa bekal dan makan di kelas terkadang di taman dan rooftop. Keisya bilang itu lebih hemat dan tidak banyak ngeluarin tenaga nunggu antrian makanan. Inti deathroid pun tidak ada yang mengenal kei kecuali Nathan dan Aksa. Kenapa Nathan bisa kenal Kei? Yah karena Nathan sering main ke rumah Valerie dan ketemu sama Keisya yang sedang kumpul di rumah kekasihnya itu. Kalo Aksa? Nanti kalian tau sendiri. "SAYANG," teriak Nathan. Teman-temannya pun mendengus mendengar panggilan Nathan. Valerie menengok suara yang tidak asing di telinganya. Langsung saja ia melihat Nathan yang melambaikan tangannya. Valerie langsung menarik sella untuk ikut. Sella hanya pasrah saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD