PART 2

1006 Words
Kriiiiinggggg Alarm yang sedari tadi berdering mengusik ketenangan seorang keenan yang sedang tertidur pulas. Dengan berat hati ia membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 lewat 30 menit. Keenan beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Ia tidak takut telat, toh sekolah itu miliknya. Setelah keluar dari kamar mandi keenan langsung memakai seragam sekolah nya.Baju di keluarkan, dasi tak terpasang dan hal itu tidak memudarkan ketampanan seorang Keenandra Arion Sky. Arion menuruni tangga, menghampiri daddy dan mommy yang sudah siap di ruang makan. "Good morning mom dad," sapa Keenan kepada kedua orang tuanya. "Morning too dear," balas sang mommy. "Hm," dehem sang daddy. Sifat Arsen sama seperti sang anak, dingin kecuali kepada sang istri tercinta. Tapi mereka adalah keluarga yang harmonis. Sesibuk apapun Arsen akan tetap menyempatkan berkumpul dengan keluarganya. "Keenan sarapan dulu sini sayang," ucap mommy. Keenan mengangguk Mengambil tempat duduk yang berhadapan dengan sang mommy. "Jangan membuat daddy berkunjung ke ruang BK terus boy." peringat arsen. "Nggak janji dad," balas Ken singkat. Arsen memang tidak melarang berbicara saat sedang sarapan. Arsen mendengus. "Kurangi tawuran sayang kamu udah kelas 12 bentar lagi lulus," ujar chaalisa lembut. "Ya mom kecuali mereka yang mengusik sekolah ken duluan," jawab ken lembut pada sang mommy. "Enggak mau ganti jabatan ketua?" Tanya arsen. "Nanti pas lulus," jawab ken singkat. Arsen mengangguk. Lagipula Ia tidak melarang putranya ikut geng motor. Arsen sering menasehati Ken untuk tidak berlebihan. "Keenan berangkat, assalamualaikum." Ia mencium tangan Arsen dan Chalisa jangan lupakan keenan yang mengecup pipi sang mommy dan mendapati tajam dari sang daddy. " Dasar possesive,” gumam Keenan. "Hati-hati di jalan dear, waalaikumsalam," balas sang mommy. Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, ia segera pergi ke garasi untuk mengambil motor sportnya. Melajukan motor dengan kecepatan di atas rata-rata tanpa menghiraukan u*****n yang di tujukan kepadanya, keenan tidak peduli sebab sebentar lagi bel masuk berbunyi. Hanya butuh 9 menit ia mengendarai motor kesayangannya untuk sampai di depan gerbang SKY HIGH SCHOOL Dari nama sekolah tersebut sudah tahu bukan bahwa dirinya yang punya sekolah ini. Gerbang sekolah sudah di tutup karena bel sudah berbunyi dari lima menit yang lalu. Tin Ken mengklanson supaya pak satpam mendengar nya. "Eh nak ken," sapa pak Firman selaku satpam SHS. "Buka pak," ucap Ken datar. Pak Firman mengangguk dan segera membuka kan gerbang. Mana berani ia melawan anak pemilik sekolah. Walaupun ken anak pemilik sekolah ia juga menghormati orang tua. "Terima kasih pak," ucap Ken pada pak Firman. Saat memasuki area parkiran ia menjadi pusat perhatian para murid yang masih berkeliaran di area sekolah.Tentu saja hal ini sudah biasa. "Wahh itu kakak kelas yang terkenal itu kan" "Iya anak pemilik sekolah itu" "Aura nya beh mantap" "Tapi katanya dia itu terkenal dingin" "Wahhh sahabat nya pun tak kalah tampan" "Aduh kak aksa ganteng banget lagi" Itulah suara bising dari murid yang masih berada di area parkir. Ia dan sahabat nya di juluki prince sky high school karena memiliki wajah di atas rata-rata. apalagi sang ketua yang memiliki wajah yang nyaris sempurna dan diikuti sang wakil. Sudah ada keempat sahabat nya yang masih stay di atas motor nya masing masing. "Tumben telat Ken?" ucap salah satu sahabatnya dion. "Biasanya juga telat,” balas Aksa dingin. "Iya juga ye."Dion hanya cengengesan. " Udah bel, ayo masuk." Ajak Nathan. "Lah bel udah dari tadi kenapa baru sekarang perginya? "guman Gavin "Langsung ke kelas?" Tanya Nathan. "Hm." Aksa dan Ken hanya berdehem. "GASSS." heboh gavin dan dion Mereka berlima melangkah menuju kelas yang sama. Keenan, Aksa, dan Nathan di depan dengan tatapan dinginnya kecuali Nathan yang sesekali tersenyum ketika ada yang menyapanya. Gavin dan Dion di belakang dengan Gavin yang selalu tebar pesona, dan Dion dengan gaya playboy nya menggoda siswi yang berada d koridor. "Sstt neng." panggil Dion pada adek kelas di koridor. Yang di panggil sudah tersipu malu. "Buset gue cuman manggil udah kesemsem," guman Dion ngeri. "Neng itu resleting rok nya ke buka." sambung Dion membuat siswi itu kelagapan. "Sialan sih dion," umpat Gavin terkekeh. Siswi menyadari resleting nya pun segera pergi seraya menutup rok nya karena malu. Gavin dan Dion sudah terbahak bahak kecuali sahabat ketiga nya hanya terkekeh kecil. "Vin gue jadi ngeri njir baru di panggil aja udah tersipu." Adu Dion kepada Gavin. "Apa karena ketampanan gue ngalahin ken ya?" ujar Dion pd. Pletak "Itu lo yang kepd an bambang." jitak Gavin kesal. "Sakit vin lo suka banget jitak sih." kesal Dion "Karena muka lo itu jitakable.” bukan Gavin yang menjawab melainkan Nathan. Dion menatap tajam Nathan, sedangkan yang di tatap mengangkat bahu acuh tak takut dengan tatapan dion. Keenan dan Aksa hanya diam dengan tatapan datar nya. Hanya dengan tatapan seperti itu sudah membuat para siswi sky menjerit. Apalagi senyum yeh nggak kebayang dah pingsan kali. Pesona yang di miliki mereka memang tidak main main yang membuat siswi sky high school menjerit akan pesona para most wanted. "Aaaa keenan ganteng banget" "aduhh damage aksa nembus jantung" "mati nggak lu?" tanya teman siswi tersebut "perumpama itu b**o," saut siswi tersebut. "kk nathan juga manis banget senyumnya" "gavin juga ganteng tu" " dion juga" Dan masih banyak lagi celotehan sisiwi-siswi yang di tujukan kepada mereka saat melewati  koridor menuju kelas mereka. " Aduh banyak banget sih fans gua," ucap Dion dengan pedenya. " Dih punya gua juga banyak." timpal Gavin "Alah punya lo nggak seberapa sama punya gua, tampang lo aja di bawah gua," ucap Dion dengan sifat kepedeannya yang tinggi. "Lo yang jelekkkk dugong!" balas Gavin ketus. "Sama-sama jelek, diem!"ucap Aksa dengan kata pedasnya, dan jangan lupakan tatapan dingin plus datarnya. "Aksa kalo ngomomg langsung nembus ke usus gua yah," ucap Dion dramatis. "Kok ke usus sih, harusnya jantung!" balas Gavin. "Terserah gua dong dugong, mulut-mulut gua," ucap Dion dengan muka songongnya. "LOOOOO!!" geram Gavin. "DIEM!" potong Keenan sebelum perdebatan itu berlanjut. "Rasain lo" timpal Dion dengan menjulurkan lidahnya. "Lo juga diem dion!" balas Keenan dingin. Gavin menahan tawa melihat muka masam Dion. Nathan dan Aksa hanya bisa geleng-geleng liat kelakuan mereka yang seperti anak kecil itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD