"Ken bagaimana sekolahmu boy?" tanya sang daddy.
"Seperti itulah,"jawab Ken singkat.
"Seperti bolos,tawuran, telat masuk, tidak mendengarkan guru bukankah begitu ken?" timpal sang mommy geram dengan sikap sang putra yang benar benar seperti sang suami dulu.
"Seratus buat mom," jawab Ken sambil terkekeh. Hilang sudah sikap dingin kalau sudah berhadapan dengan perempuan yang perempuan paling ia sayang.
"Kurangilah sikap nakal mu Ken. Bagaimana bisa kau memiliki kekasih kalau kamu saja selalu seperti ini," ujar sang mommy.
"Lagian Ken belum ingin memiliki kekasih mom itu tidak terlalu penting hanya merepotkan," jawab sang putra.
"Mommy juga ingin jalan-jalan, masak, nyalon sama calon menantu mommy Ken, mom kesepian di rumah ini mana mommy sendiri cewek," balas sang mommy melas supaya putra nya itu luluh.
"Yaudah tinggal buat anak cewek sama daddy," ucap Ken santai. Langsung di berikan tatapan tajam sang mommy.
"Daddy mu tidak ingin mom merasakan sakitnya melahirkan lagi Ken," balas sang mommy dengan tersenyum kecil. Sang daddy langsung menatap tajam sang anak.
"Benar-benar possesive," gumam Ken yang masih di dengar oleh mommy dan daddy. Mommy hanya bisa tersenyum.
"Yaudah sekarang makan makanan nya sudah siap," ajak sang mommy kepada laki-laki tersayangnya.
Hanya suara sendok saja yang terdengar karena mereka jarang berbicara ketika makan bukan berarti arsen melarang berbicara ketika makan. Ia tidak menetapkan itu ia hanya menetapkan yang mebuat nya dan keluarga nyaman.
"Jangan pergi dulu ken mommy sama daddy ada yang mau di omongi," ucap Arsen serius.
"Iya"balas kei singkat. Arsen hanya mendengus melihat sikap sang putra. Ia tau sikap sang putra itu berasal dari sikapnya sendiri
"Apapun yang daddy dan mommy bilang kepada Ken jangan di bantah dan marah dulu yah sayang, dengerin kami sampai selesai," ucap sang mommy lembut yang langsung di balas anggukan oleh sang putra. Lisa selalu bersyukur dengan sikap pengendalian sang putra yang sang luar biasa, Ken selalu berusaha bersikap tenang.
"Dad dan mom ingin menjodohkan mu dengan putri sahabat kita," ungkap Arsen serius. Ken tentu saja terkejut, ia masih berusaha untuk tetap tenang.
"Dan pertemuannya malam ini sayang . Mom sudah mengenal perempuan itu ketika dia masih bayi. Di sangat cantik dan lembut mommy dan daddy sudah menganggap dia seperti anak sendiri, tapi sayang takdir nya membuat ia tidak bisa membuat ia merasakan bahagia nya keluarga sempurna," ucap sang mommy yang awalnya dengan muka bahagia malah menjadi sangat sedih. Ken sebenarnya penasaran siapa dia yang bisa mengambil hati mommy ku yang sangat angkuh dan tidak suka dengan orang asing. Ah wanita itu bukan orang asing lagi mommy ku.
"Mommy harap kamu menerima dan menyukainya nya dear," sambung Chalisa dengan mata yang penuh harap terhadapku.
"Daddy pasti tidak menerima penolakan dariku" cibirnya karena sudah mengatahui katrakter Arsen. Yah aku yakin daddy seperti itu, lihatlah seringai nya yang menyebalkan itu. Mommy tersenyum maklum.
"Kita akan menemui mereka malam ini," ucap sang daddy tegas.
"Dan jangan mencoba kabur Ken," sambung sang daddy.
"Aku tidak sepengecut itu dad," ujar ku dingin. Dan aku berlalu dari ruang makan.
***
Setalah makan bersama dan berbicara dengan sang papa Keisya langsung ke kamar untuk mencari dress yang pas dan sopan untuk dirinya kenakan. Dan akhirnya Kei jatuh kepada dress hitam simple di atas lutut. Kei pun langsung menuju kamar mandi untuk membersikan diri.
Setelah dari kamar mandi Kei langsung memakai kan dress yang sudah ia pilih.
Kei langsung mengcurly rambut panjang ombrenya.
Kei langsung memakai kalung peninggalan sang mommy. Setelah semuanya siap Kei turun ke bawah untuk menemui sang papa.
"Waw so beautiful princess," kagum Bara dengan senyumannya. Kei menunduk malu wajahnya sudah semerah tomat dan sang papa pun hanya tersenyum geli melihatnya.
"Makasih papa," ucap Kei tulus
Bara tersenyum mengelus rambut Kei lembut "percaya sama papa apa yang terjadi malam ini semuanya demi kamu sayang," ucap Bara lembut.
Kei mengangguk pelan. Ia tau papanya tidak akan mengecewakan nya namun kenapa ia merasah gelisah.
"Udah siap dear?" Tanya sang papa.
"Iya pa," balas Kei.
"Kita akan makan malam bersama siapa pa?" Tanya Kei ketika mereka sudah dalam perjalanan.
"Orang yang kamu sayang princess," jawab sang papa. Membuat Kei bingung siapa yang di maksud sang papa? Setelah itu Kei hanya diam dan hanya menatap indah nya jalan ketika di malam hari. Biarkan pertanyaan yang ada di kepala nya akan di jawab setelah sampai nanti.
Bara tersenyum melihat keterdiaman putrinya. Ah putrinya pasti sangat bingung. Bara hanya berharap semoga keputusan nya ini memang tepat untuk keselamatan dan kebahagian putrinya. Yah semoga saja.