PART 5

1129 Words
"Loh Kei darimana?" tanya Valerie. "Dari roftop Val," jawab Keisya. "Ohh," balas Valerie.Yah Sella dan Valerie sudah berada dalam kelas. Kelas mereka hari ini pun free. "Kei tau nggak?" "Nggak," potong Keisya cepat. "Is gua belum selesai ngomong maemunah," kesal Valerie membuat Kei terkekeh kecil. "Iya apa Valerie cantik?" tanya Kei lembut. Valerie yang bilang cantik pu mencak-mencak malu, Sella hanya mendengus melihat sikap Valerie seperti tidak pernah mendengarkan pujian saja batin nya. "Tadi itu inti dari deathroid penasaran sama Kei loh,” ucapa Valerie antusias. “Inti deathroid?" bingung Kei. "Kenapa penasaran?" sambung Kei. Ia memang tau geng tersebut tapi Kei nggak tau siapa saja anggota nya termasuk inti kecuali Nathan dan Aksa. "Iya karena mereka nggak tau kalo aku sama Sella punya sahabat lagi selain kita berdua," jawab Valerie. "Terus?" tanya Kei cuek. "Is Kei mah nggak mau ketemu mereka apa?mereka itu ganteng –ganteng banget apalagi Keenan ketua nya." semangat Valerie. "Ingat udah ada Nathan lo," ujar Sella malas. "Ih kalo Nathan mah tetap di hati Valerie seorang," jawab Valerie tersenyum. Sella memutar bola matanya malas. "Nggak peduli gue Val, papa gue juga ganteng banget," timpal Kei bangga. Yah jangan salah papa Kei itu sangat tampan dan berwibawa di umur yang sudah berkepala empat. "Ih kalo itu Vale tau kalo om Bara itu ganteng. Btw Kei lo mau cari mama muda nggak?" tanya Valerie mengangkat turun kan alisnya. "Ih kagak makasih deh kalo mamud nya kamu Val," jawab Kei bergidik. Masa iya anak sama Valerie terkekeh "Kagak aelah gue becanda. Balik ke topik.” "Tapi ini Keenan Kei! ganteng tegas haduh pokoknya sempurna cocok deh sama Kei yang cantik," sambung valerie dan di setujui Sella. Entah mengapa ia juga setuju kalo Kei bersama dengan Keenan. "Hm," balas Kei cuek. "Lo jangan harap Kei akan senang sama cerita lo itu. Lo lupa Kei udah sering nolak cowok? loker nya aja penuh coklat dan bunga malah di bagi bagi ke kita sama anggota osis yang lainnya.Ketos sekolah sebelah aja di tolak sama Kei," Jelas Sella seraya terkekeh membayangkan bagaimana malas nya Kei meladeni semua cowok yang mengejarnya. Yah Keisya udah sering banget di tembak cowok tapi malah ia tolak dengan alasan males pacaran. Sella memaklumi itu Kei hanya ingin sekolah dengan tenang. "Iya sih," gumam Valerie. "Tapi lain kali ikut kita yah ketemu sama inti deathroid itu Kei, biar Dion dugong itu tau kalo Kei itu cantik. Masa dia bilang Kei itu cupu. Nggak banget," ujar Valerie cemberut dan kesal. "Iya vale sayang," jawab Kei lembut.                                       *** Kriiiinggggg kriiiiinggggg Bel sekolah udah berbunyi para murid pun bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing. Ada yang masih nunggu jemputan, ada yang langsung pulang dan ada yang masih nongkrong siapa lagi kalau bukan geng deathroid. Mereka sedang berkumpul di markas belakang sekolah yang dulunya adal gudang langsung di jadikan markas oleh Keenan. Tenang markas mereka pun bersih, ada satu set tv, dapur dan sisanya di jadikan ruang istirahat bersama anggota lainnya dan jangan lupakan terdapat satu set sofa. "Gue pulang ya guys mau ngantar Valerie." pamit Nathan kepada yang lainnya. "Iya deh yang ada doi," timpal Gavin malas. Nathan hanya terkekeh kecil “Makanya cari dong.” Ledek Nathan dan segera berlari dari amukan jomblo karatan. “SIALAN LO GUE DAPET NYA ARIANA GRANDE NGILER LO,” teriak Gavin kesal. "Ken lo mau langsung pulang?" tanya seraya Gavin meredakan kekesalan nya. "Iya",balas Ken singkat. "Lo sa?" tanya Gavin lagi kepada Aksa hanya di balas dengan deheman aja oleh Aksa. “Bunuh aja gue ikhlas gue ikhlas banget” Gavin menghentak hentakkan kaki nya menuju dapur. Ia butuh air untuk mendinginkan kepalanya.                                       *** "ASSALAMUALAIKUM KEI PULANG," teriak Kei di dalam rumahnya. Kei menghela napas melihat rumah nya yang selalu sepi. "Waalaikumsallam nak Kei udah pulang?" tanya bik Inem yang baru saja keluar dari dapur. "Iya bik," jawab Kei ia segera salim kepada wanita yang juga berperan dalam membesarkan nya. "Yaudah bik Kei mau ke atas yah mau ganti baju," ujar Kei.. "Iya nak Kei jangan lupa nanti turun makan yah” pesan bik inem lembut. "Iya bi" jawab Kei sambil tersenyum setelah itu Kei ke atas ke kamarnya untuk berganti pakaian. Bik Inem memandang Kei dengan iba malihat raut lelah dan sendu di mata Kei. Ia begitu menyayangi Kei yang di matanya selalu ingin terlihat bahagia, ia bersyukur Kei tidak seperti anak-anak yang kekurangan kasih sayang dan mencari kasih sayang di luar dengan yang cara yang salah. Kei dia anak yang sederhana, lembut,sopan, dan penyayang yang membuat siapapun kagum dengan sikap anak dari tuannya itu. Kei memasuki kamar mandi dan membersikan tubuhnya agar rileks. Setelah itu ia berganti pakaian dengan memakai hotpants dan kaos yang menutupi pahanya. Kei menyimpan tas dan mencepol asal rambutnya agar tidak gerah dan kei beristirahat sejenak. Ketika kegiatan nya sudah selesai ia segera ke bawah untuk makan. "Loh papa udah pulang pa?" tanya Kei heran biasnya papa pulang sekitar jam 10 malam dan sekarang masih jam 4 sore. "Iya sayang, kei nggak senang papa pulang cepat?" tanya sang papa menggoda putri nya itu. "Ih papa malahan Kei senang banget kalo papa pulang cepat biar bisa istirahat lebih banyak," balas kei cemberut tapi tak urung iya salim dan memeluk sang papa. Hanya bara yang ia miliki sekarang. "Yaudah sekarang kita makan yah,"ujar sang papa. "iya pa, biibi ajak mang Salman ke sini dong biar makan sama sama,"ajak kei. "nggak usah nak kei bibi udah makan tadi pas nak kei tidur," jawab bik Inem sopan. "Yahhh," cemberut Kei. "Udah sayang nggak apa apa ayo kita makan hm," ucap sang papa lembut yang langsung di angguki sang putri. "Kei sayang terima kasih sudah menjadi putri kebanggaan papa dan mama, pasti mama di sana bangga liat pertumbuhan anaknya yang sangat cantik in,i" ujar sang papa lembut. Mereka telah menyelasaikan makanan nya. "Pa," panggil kei serak menahan tangis. "Kalau papa minta sesuatu sama Kei dan itu untuk kebaikan Kei sendiri, kei akan menuruti permintaan papa sayang?" tanya papa serius terkesan lembut. "Kei selalu percaya apa yang di lakukan papa untuk Kei, karena Kei tau itu yang terbaik buat Kei dan masa depan Kei," balas Kei dengan senyum dan air mata yang sudah mulai menetes. Sang papa jongkok di depan sang putri, mengahapus air mata Kei lembut. Hatinya sakit melihat anaknya menangis, ia selalu berharap semoga putri nya selalu bahagia. Ia akan melakukan yang terbaik untuk sang putri walaupun mempertaruhkan nyawanya sendiri pun ia lakukan. Wajah cantik dan sikap  sang putri sangat mencerminkan mendiang istrinya yang membuat ia merasakan sesak berkali lipat. Ia tidak ingin gagal lagi menjaga orang yang ia sayang. "Nanti malam Kei ikut papa ke acara makan malam teman papa, maukan sayang?"tanya sang papa. Kei hanya mengangguk dan tersenyum. Ia percaya apapun yang di lakukan sang papa itu yang terbaik buatnya. Bara pun langsung memeluk sang putri dengan sayang   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD