24 🦋

1228 Words

Benar Mutia itu yang meninggal mengenaskan di berita. Mayatnya tanpa busana, membusuk terabaikan di gubuk kebun orang. Hadid seperti diingatkan untuk serius dengan waktu hidup yang tersisa bagi dirinya sendiri. Terutama tentang hubungannya dengan Anin. Hadid harus punya alasan, mereka harus fokus dengan diri masing-masing tanpa saling terikat lagi. Hadid sedang memeriksa berkas laporan kemudian ia mendapatkan pesan berupa foto Anin sedang di kasir sebuah mini market. Yang membuat sesaknya, Furqon, sepupunya yang mengirimkan gambar itu dan Hadid pun tahu bahwa tempat berbelanja Anin itu bukanlah mini market dekat rumah mereka. “Dibiarin sendiri terus, ntar dia diculik orang lho, Did.” Hadid mengepalkan tangan karena pesan itu. Sudahlah, ia memang tak ditakdirkan untuk memberi maaf tulus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD