25 🦋

1156 Words

Setelah diusir suaminya Anin ke kamar lalu mengganti pakaian dengan yang lebih baik untuk mata Hadid. Anin bersisir dan menyemprotkan minyak wangi di sekeliling kulitnya. Ia baru selesai perawatan rambut, harumnya wangi semerbak. Anin ke salon untuk suaminya, maka saat ini waktu yang tepat bagi Anin membela diri. Anin ingin Hadid sendiri yang mengakui bahwa Anin selalu terjaga kesuciannya hanya untuk sang suami. Anin membuka pintu kamar Hadid cepat-cepat dengan niat menawarkan segelas kopi, tetapi saat pintu terkuak laki-laki itu tepat berdiri di depannya pula. Tatapan mereka bertemu. Anin dengan mata berkaca yang dipanasi oleh desakan air mata menatap keterkejutan dalam mata suaminya. Anin biarkan berdesir hasratnya oleh tatapan Hadid. Anin tersenyum kepada Hadid. Bersama senyuman itu i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD