41 🦋

1042 Words

Begitu Anin masuk dalam taksi yang membawanya kembali menju kontrakan, ia langsung saja mengeluarkan ponsel dan menghubungi Haura. "Ada apa, Mbak?" tanya Haura di seberang setelah salam. "Mas Hadid mau ngelamar Mbak, Ra," sembur Anin langsung. "Dia ---" "Mbak, maaf ... Haura lagi ngajar. Nanti ya, kalo istirahat Haura telpon lagi, insyaallah. Haura juga mau bilang sesuatu sama Mbak Anin." "Oh, Mbak yang minta maaf." Anin mengangguk. Pelan rasa malu menyusupinya, pun rasa senang ikut memudar sementara. "Segera hubungi Mbak ya." "Insyaallah, Mbak." Anin memutuskan panggilan. Ia lalu membekap mulutnya sendiri yang serasa ingin melengkingkan teriakan girang. Ia senang sekali Hadid mau kembali padanya. Apalagi caranya melamar sangat tak bisa, membuat Anin lagi-lagi luluh lantak tak ingat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD