42 🦋

1149 Words

Anin tak punya tempat mengadu selain Tuhannya. Dalam sujud panjang salat malamnya, Anin meminta Hadid sebagai jodohnya lagi. Bodoh, Anin tahu. Haura dan semua orang yang mengetahui bagaimana rumah tangga mereka rusak pasti beranggapan Anin bodoh, bahkan bagi Anin sendiri ia memang bodoh. Namun, bagaimana lagi jika memang hanya Hadid seorang yang diinginkannya sebagai imam. Kata-kata tak mampu menjabarkan lagi butuhnya Anin akan lelaki itu. Anin tulus sayang dan mencintainya. Hari berganti, tak sedikitpun keinginan goyah dari Anin. Tiap doa dipanjatkan, nama Hadid selalu yang dia langitkan. Jum'at menyapa. Anin tak bergerak ke mana-mana. Rencananya ia akan di kontrakan saja, menyuci, mendengarkan audio murottal atau ceramah sambil menunggu panggilan kerja. "Mbak, kok gak siap-siap?!" sapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD