Hadid menemukan raut takut Kiya. Sekedar diturunkan di tengah perjalanan saja dia panik, entah bagaimana gadis itu akan menghadapi niat segerombolan laki-laki b***t malam ini sendirian. “Jadi, kenapa kamu ingin izin keluar malam ini?” tanya Hadid serius. Gadis itu menghindar, “Kiya gak minta izin apa-apa. Kiya cuma nanya, boleh gak.” “Gak boleh! Selagi kamu di bawah tanggung jawabku, gak boleh keluyuran malam-malam.” Kiya bebal, “Teman Kiya pacaran juga, biasa aja. Bisa kok ngeraih cita-cita dan cintanya.” “Teman kamu itu mungkin keluarganya gak sama kayak kamu, Kiya,” balas Hadid malas berdebat. Kiya menggigit bibirnya, mungkin menahan tangis. “Kamu tahu ‘kan, orang-orang mengataimu miskin dan ayam kampus. Kalau kamu pacaran, itu jelas mengiyakan tuduhan mereka. Miskin itu s

