Anin menunggu jawaban. Ia telah meminta agar Hadid memberinya kesempatan kedua untuk hubungan mereka. Anin rela mengabdi. Ia telah merasakan betapa dosa menyesatkannya, menunjukkan duri-duri tajam menusuk jiwa. Tak ada ketenangan setiap masa lalu terbayang. Anin ingin menjadi tenang, mengasihi lalu dimaafkan dan dicintai kembali oleh laki-laki ini. Anin memandang wajah mantan suaminya yang tidak terlalu banyak luka. Dia masih tetap begitu menawan meski kondisinya tak sedang baik-baik saja. "Mas...!" "Aku gak ingat kamu," ujar Hadid mengernyit karena sakit kepalanya. "Kalau kita udah pisah, ya udah. Kita punya hidup baru masing-masing. " Anin menutup mulutnya. Ia tak menyangka kalau Hadid memang menolaknya. Sepertinya ucapan Furqon adalah kenyataan bukan sekedar olokan belaka. Ibu Furqo

