39 🦋

1098 Words

Anin menunggu jawaban. Ia telah meminta agar Hadid memberinya kesempatan kedua untuk hubungan mereka. Anin rela mengabdi. Ia telah merasakan betapa dosa menyesatkannya, menunjukkan duri-duri tajam menusuk jiwa. Tak ada ketenangan setiap masa lalu terbayang. Anin ingin menjadi tenang, mengasihi lalu dimaafkan dan dicintai kembali oleh laki-laki ini. Anin memandang wajah mantan suaminya yang tidak terlalu banyak luka. Dia masih tetap begitu menawan meski kondisinya tak sedang baik-baik saja. "Mas...!" "Aku gak ingat kamu," ujar Hadid mengernyit karena sakit kepalanya. "Kalau kita udah pisah, ya udah. Kita punya hidup baru masing-masing. " Anin menutup mulutnya. Ia tak menyangka kalau Hadid memang menolaknya. Sepertinya ucapan Furqon adalah kenyataan bukan sekedar olokan belaka. Ibu Furqo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD