Anin menangis sangat banyak sejak sampai kaki mereka menapak di rumah orang tua Kiya. Sepasang lanjut usia datang menyambut dari rumah gubuk mereka. Di sekeliling tempat itu kumuh berisi tumpukan sampah dan rongsokan. Di sisi Anin adik madunya menangis pula. Semua permohonan maaf dan janji-janji memperbaiki diri yang Kiya ajukan kepada Hadid di sepanjang jalan tadi tidak berhasil membalik keadaan sedikit pun. Anin kini tahu kesalahan fatal Kiya, tapi ia pun tak akan mampu menggoyahkan keputusan Hadid yang sudah bulat sempurna. Sudah mengenal suaminya dari segenap emosi yang Hadid miliki, Anin tahu usaha bagaimana pun akan percuma. Hadid memang bukan orang yang akan sembarangan mengambil keputusan, dan tidak pernah dia mundur dari pilihannya itu. Keras, seperti besi. Anin menyaksikan sen
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


