59 🦋

1396 Words

“Mbak ...!” Anin berbalik dari kegiatan mencuci piringnya. Kiya mendekat dengan tas pakaian seperti yang dibawanya ketika pertama datang ke rumah ini. Mata bekas tangis Kiya sejak semalam masih berbekas jelas hingga hari ini. Anin akhirnya melewati malam tadi sendirian, sementara Hadid pergi, entah tidur di mana, hingga kini belum kembali ke rumah. Sedikit dugaan yang Anin punya adalah kemungkinan suaminya ingin berbaikan dan mengajak Kiya pergi berdua. “Kamu akan ikut Mas Hadid, ya?” Kiya menggeleng lemah, lalu tiba-tiba menangis lagi. Lekas Anin membasuh tangan dan menghampirinya. Gadis itu bergetar bahu dengan rintihan pilu menyayat. Anin pun memeluknya, “Ada apa? Cerita sama Mbak, Kiya.” “Barusan Mas Hadid nelpon.” Kiya sesenggukan, “Beliau suruh Mbak Anin siap-siap.” Anin bing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD