'No urut 1. Mira Oslan VS Mali Anna Darlan.'
M.O
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XII IPS 2, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 48 Kg
M.A.D
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 1, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 48,2 Kg
'No. Urut 2. Clara Joe VS Cika Karania Baqi'
C.J
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XII IPS 3, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 48,5 Kg
C.K.B
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 1, golongan kanan sayap kanan.
Berat 48,7 Kg
'No. Urut 3. Mike Clinton VS Mochtar Agil Baqi'
M.C
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XI IPS 2, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 53,5 Kg
M.A.B
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 2, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 53,3 Kg
'No. Urut 4. Busran Afdal Nabhan VS Febrian Angta'
B.A.N
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XII IPS 1, golongan kanan sayap kanan.
Berat 53,7 Kg
F.A
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 2, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 53,9 Kg
'No. Urut 5. Mike Clinton VS Febrian Angta*'
M.C
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XI IPS 2, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 53,5 Kg
F.A
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 2, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 53,9 Kg
'No. Urut 6. Randra Adilan Basri VS Mochtar Agil Baqi*'
R.A.B
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XII IPS 1, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 54 Kg
M.A.B
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 2, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 53,3 Kg
'No. Urut 7. Mustaf Nali Dann VS Febrian Angta**'
M.N.D
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate
Kelas: XII IPS 1, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 54,1 Kg
F.A
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 2, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 53,9 Kg
'No. Urut 8. Aran Möch VS Mochtar Agil Baqi**'
A.M
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XII IPS 1, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 54,3 Kg
M.A.B
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 2, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 53,3 Kg
'No. Urut 9. Bari Saputra VS Febrian Angta***'
B.R.
From: Storm Rider
Spesialis: Beladiri Karate.
Kelas: XII IPS 2, golongan kanan sayap kiri.
Berat: 53 Kg
F.A
From: Shadow Rain
Spesialis: Beladiri Taekwondo.
Kelas: XII IPA 2, golongan kanan sayap kanan.
Berat: 53,9 Kg
Layar Informasi berukuran 1x1 meter itu menampilkan informasi nomor urut pertandingan yang akan mulai beberapa menit lagi. Seperti yang terlihat di layar itu, Febrian Angta dan Mochtar Agil Baqi yang memiliki banyak nomor urut, yang artinya mereka harus beberapa kali naik tanding di atas matras.
Murid-murid SMK dan SMA Socien International School memenuhi kursi penonton itu.
Kursi yang tersedia diarena itu berjumlah sekitar 600 buah kursi.
200 buah kursi di sisi kiri, 200 buah kursi di sisi kanan lalu sisanya tersebar melingkari arena itu. Ada juga kursi khusus untuk juri dan para guru, pegawai, staf sekolah, kepala sekolah dll.
Sedangkan jumlah siswa yang termasuk penonton hanya 360 lebih, sisanya tidak datang karena berbagai alasan. Sedangkan jumlah keseluruhan siswa SMK dan SMA Socien International School berjumlah lebih dari 600 siswa.
Lalu ada para guru, pegawai, staf dll yang berjumlah lebih dari 50 orang sebagai penonton.
Ada wasit, juri, petugas kesehatan, kebersihan, pengawas dan keamanan yang mencapai lebih dari 20 orang.
Yang terdiri dari 2 wasit, 3 juri, 3 tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 orang dokter dan 2 orang perawat, 5 anggota kebersihan, 4 orang pengawas dan 10 orang keamanan yang terbagi menjadi 2 tim.
"Perhatian sekali lagi bagi para peserta pertandingan agar segera mengisi absen yang telah disediakan di meja administrasi, terima kasih." Terdengar suara speaker berbicara.
Terlihat Cika, Mali, Clara, dan Mira berjalan menuju kursi peserta. Lalu diikuti oleh Busran, Mustaf, Bari, Aran, Febrian, dan Agil.
Sedari tadi Randra belum juga datang, hal ini agak membuat para anggota Storm Rider yang sudah duduk di kursi depan penonton menjadi resah. Banyak para murid yang berharap hari ini bisa melihat langsung Randra bertanding.
"Apa Randra juga belum datang?" Busran bertanya.
Mustaf dan Bari menggeleng.
"Huuff ada apa dengan dia?" Busran menghembuskan napas kasar.
"Mereka kalah jumlah," sahut Aran.
Bari dan yang lainnya mengangguk.
"Sebenarnya ini memang tidak adil bagi mereka, tapi mau bagaimana lagi?" sambung Mustaf.
"Meskipun begitu, jangan remehkan Ketua dan wakilnya, mereka merupakan orang-orang utama dalam Shadow Rain," balas Aran.
Bari dan yang lainnya manggut-manggut.
Teng teng teng
Tanda pertandingan dimulai.
"Nomor urut satu, Mira Oslan VS Mali Anna Darlan, silahkan maju dan naik di atas arena!" terdengar seruan dari sang intruksi.
Mira Olsan berdiri lalu membuka jaket olahraganya, siku, perut, lutut dan tumitnya memakai pelindung, ia maju dan berjalan naik ke atas matras dengan tersenyum mengejek ke arah Mali yang juga sedang naik ke atas matras. Aturan mainnya, dilarang menendang atau memukul kepala, jika terjadi maka peserta di diskualifikasi.
"Yeah...yeah...yeah!"
"Yo! Yo! Yo!"
"Mira! Mira! Mira! Mira!"
"Mali! Mali! Mali! Mali!"
"Ayo Mira! Hajar dia!"
"Mali ayo! Kau pasti bisa!"
"Shadow Rain! Shadow Rain!"
"Strom Rider! Storm Rider! Storm Rider!"
Terdengar suara sorak-sorakan dari para penonton. Bahkan guru dan pegawai juga menyoraki mereka. Ada yang membela Shadow Rain dan ada juga yang membela Storm Rider.
Pertandingan akan terdiri dari 3 ronde, setiap ronde terdiri dari 3 menit dengan waktu istirahat masing-masing ronde selama satu menit.
Jadi para peserta memiliki waktu 12 menit di atas panggung main.
Ting
Ronde pertama.
Mali memasang kuda-kuda, ia bersiap-siap menangkis tendangan atau pukulan yang akan diberikan oleh Mira.
Sedangkan Mira memasang kuda-kuda, ia maju perlahan-lahan mendekati lawannya.
Sh
Sh
Sh
Telapak kaki Mira menyentuh dasar matras, ia maju perlahan-lahan, tubuhnya ringan seakan tak memiliki berat badan yang berarti.
Sh
Sh
Tak
Tak
Tak
Wuusshhh
Sleesshh
Tendangan Mira terelak, Mali dengan gesit menghindar.
Tak
Tak
Wuusshhh
Ssleesshhh
Mali maju dua langkah dan menyerang namun Mira mampu mengelak.
"Heum!" Mira mendengus sinis.
Para pentonton, guru serta yang lainnya memperhatikan tak berkedip.
Tak
Tak
Wuushh
Slesh
Mali menyerang lagi, namun hasilnya sama.
Mira tersenyum mengejek.
Tak
Tak
Tak
Sreett
Bugh
"Argh!"
Mira berbalik dan mengecoh Mali, dengan cepat ia menendang perut Mali yang terbungkus pelindung.
"Aduh! Mali! Ayo semangat!" terdengar seruan semangat dari salah satu anggota Shadow Rain.
"Bagus! Hajar dia Mira!" Clara berteriak senang.
Cika menatap tajam ke arah Cika namun dibalas dengusan oleh Clara.
Tak
Tak
Wush
Bagh
"Ehk!" Mali terkena tendangan kedua lagi.
2 poin untuk Mira, gadis itu lebih bersemangat lagi ketika melihat ekspresi Mali yang sedang menahan sakit.
Tak
Tak
Wush
Kret
"Aaa!" Mira berteriak sakit, Mali memutar pergelangan tangannya.
"Yeah! Seperti itu Mali!"
"Balas! Balas! Balas!"
Mira mengeraskan rahangnya, 1 poin untuk Mali.
"Awas kau," desis Mira.
Tak
Tak
Tak
Ser
Bugh
Ser
Bugh
"Ouh...," Mali meringis sakit, dua tendangan berturut-turut didapatkannya. 2 poin lagi untuk Mira.
Gadis itu tesenyum lebar.
"Ayo Mira! Hajar dia!"
"Mali! Semangat! Semangat!"
Tak
Sret
Bugh
"Shhhh...," Mira mendesis sakit, Mali berhasil menendang perutnya.
Ia maju dan membalas.
Ting
Sayangnya, ronde pertama selesai.
Poin 4 didapatkan Mira, dan 2 didapatkan Mali, Mira mengungguli ronde pertama.
Istirahat satu menit, Lola dan Alan yang menjadi pendamping. Lola menyeka keringat Mali yang bercucuran, sedangkan Alan memeriksa pelindung yang dipakai oleh Mali, apakah talinya terbuka atau tidak, atau longgar dan terlalu ketat.
"Tenang kak Mali, jangan terburu-buru, meskipun dia unggul di ronde ini, kau harus berhasil unggul di ronde selanjutnya, ok?" intruksi Lola.
Mali mengangguk mengerti.
Sementara di kubu lawan.
Mira tersenyum mengejek ke arah Mali. Ada Lexi yang menyeka keringatnya dan Bintara yang memeriksa alat pelindungnya.
"Bagus kak Mira, hajar dia agar dia kapok," Lexi memanas-manasi.
"Tentu saja," sahut Mira.
Ting
Ronde kedua mulai.
Mali naik ke atas matras di ikuti oleh Mira.
Mali bersiap-siap, kali ini ia harus bisa menyaingi skor dari lawannya.
Tak
Tak
Tak
Buushh
Krat
"Shhh," Mira mendesis sakit
Mali meninju perutnya.
"Yeah yeah yeah, Mali! Mali!"
Tak
Buk
"Akh!" giliran Mali.
"Yes! That's right!"
"Hajar dia!"
Tak
Tak
Tak
Sreett
Bugh
"Ikh!" Mira terkena tendangan pada bahu kanannya.
Mira melotot, ia membalas.
Wuushh
Slasshhh
Mali menghindar.
"Balas! Balas! Balas!"
Tak
Tak
Tak
Wush
Slashh
Tendangan Mira terelak.
Sret
Bugh
Brak
"Aarghh!" Mira terjatuh di atas matras, Mali menendangnya.
"Mali! Mali! Mali!"
"Bagus Mali! Ayo!"
Mali menarik napas lalu menghembuskannya.
Mira berdiri kembali.
Ting
Ronde kedua selesai.
Mali mendapat skor 4, didapatkannya dari satu pukulan perut, satu tendangan perut dan satu tendangan bahu berskor 2 karena lawannya terjatuh menyentuh matras. Sedangkan Mira hanya mendapat 1 poin untuk ronde ini. Mali mengungguli ronde ke dua.
"Bagus kak Mali, jaga pernapasannya, celah tadi bagus," Lola memuji.
Mali mengangguk.
Sedangkan Alan menjalankan tugasnya memeriksa pelindung yang dipakai Mali.
"Jangan mau kalah kak, nanti tendang perutnya lalu banting dia, itu tidak dilarang," intruksi Lexi.
"Aku tahu," sahut Mira datar.
Ting
Ronde ketiga dimulai.
Mira maju sambil siap menyerang, ia menatap nyalang dan penuh amarah ke arah Mali.
Tak
Tak
Bugh
"Akh!"
Bugh
"Ouh!" Mali menahan sakit, dua tendangan didapatnya.
Mira tersenyum sinis.
Tak memberikan kesempatan.
Tak
Sret
Bugh
Brak
"Argh!" Mali berteriak sakit.
Ia ditendang lalu dibanting.
"Oh astaga!"
"Bagus Mira!"
"Hajar!"
"Mali semangat!'
"Ayo Mali bangun!"
Mali bangun dengan menahan sakitnya, tendangan dan bantingan Mira cukup kuat.
Bahkan ia tadi sempat kalang kabut.
Mira tersenyum mengejek ke arah lawannya, Mali bangkit.
Tak
Tak
Tak
Wuush
Slash
Tendangan Mali terkena udara kosong.
Tak
Tak
Wuushh
Slash
Tendangan keduapun sama.
Cukup banyak tendangan dari Mali dan Mira namun masing-masing dari tendangan mereka terkena udara kosong.
Tak
Tak
Bugh
Buk
Brak
"Aaaarrggghhh!"
"Mali!"
Mira menendang, memukul lagi membantingnya.
Mali hampir pingsan.
Ting
Ronde ketiga selesai.
Mira mendapat skor 9, sedangkan Mali mendapat skor 0 untuk ronde kali ini.
"Yeah!" seru para anggota Storm Rider senang.
Lola dan Alan menggendong Mali dan tenaga kesehatan memeriksa.
"Total skor nilai dari Mira Oslan 14 poin, Mali Anna Darlan 6 poin, dengan ini memastikan bahwa pemenangnya adalah Mira Oslan dari Storm Rider!"
"Hore!"
"Yah! Yah! Yah!"
"Mira! Mira! Mira!"
♡♡♡