Jasmin Jahan

924 Words

Senja baru saja menyelimuti langit Jakarta saat suara mobil David memasuki pelataran rumah. Ia turun dengan langkah berat, tubuhnya lelah, pikirannya lebih lelah lagi. Dasi dilonggarkan seadanya, jas dilepas tanpa semangat, lalu digantung sembarangan di kursi dekat tangga. Matanya langsung menatap ke atas, ke lorong tempat kamar yang pintunya tak pernah terbuka empat hari terakhir. Seorang pelayan menyambutnya dengan langkah tergesa. “Pak David… Ibu baru saja naik ke atas. Ke kamar Bu Rurayya.” David sontak mendongak. “Mama?” Pelayan itu mengangguk pelan. “Iya, Pak. Baru saja.” Tanpa berkata lagi, David melangkah cepat menaiki tangga. Setibanya di lorong lantai atas, langkahnya terhenti. Pintu kamar yang selama empat hari terkunci rapat itu… kini terbuka. Dan di sana berdiri Rurayya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD