Akhir dari Takdir Season 1

2414 Words
Ada dua perisai yang tak terkalahkan di dunia Yaitu takdir dan waktu... Tidak ada yang bisa mengubah ketentuan itu selain Tuhan Takdir bagai air yang selalu kembali ke muaranya, bagaimanapun cara kita menghalau Sementara waktu, ia tak bisa dihentikan sekalipun dunia binasa. Lalu bagaimana “ Cinta “ yang merupakan rasa tertua di dunia bisa melawannya? Regan menatap bayangan wajahnya di cermin, hari itu ia terlihat begitu cantik, dengan potongan rambut pendeknya yang baru, sedikit plester di wajah, membuatnya terlihat seperti gadis dari era modern. Regan yakin, Alankar pasti menyukai penampilan barunya. Dengan seragam yang sudah rapi, gadis itu bergegas ke luar dari kamar. “ Mau berangkat bersama?” Tanya Jack menawarkan tumpangan “ Apa tidak masalah kak?” Tanya Regan. Jack mengulas senyum kemudian menggeleng pelan. Regan pun dengan senang hati menduduki boncengan Jack. Beruntung, karena jika tidak, Irene sedang menunggunya di luar dengan mobil, ia bisa saja mencelakai Regan. Benar, kakak dari Alankar itu memantaunya. Jack menstater motornya, ia mengulas senyum menatap kaca spion, mobil Irene masih tetap mengikuti mereka. Tidak akan aku biarkan siapa pun menyakiti Regan ~ Jack Ya, kemungkinan besar pemuda itu tahu, ada yang mengikuti Regan. Pasalnya, mobil Irene sudah berada di sana sejak tengah malam. Saat Jack tiba di halaman sekolah, mobil itu pun berhenti di luar sana “ Terima kasih kak Jack.” Senyum Regan Jack mengangguk “ Hati hati, jangan ke luar halaman jika tidak diperlukan.” Tutur Jack membuat Regan mengernyit. Apa maksud Jack sebenarnya? Pemuda itu melirik ke arah jalanan di luar pagar, Regan mengikuti arah mata Jack memandang. Ia mengerti, ada mobil di sana. Terlihat dari mewahnya, mungkin saja itu Irene, sosok yang pernah mencelakai Regan di Rumah Sakit. “ Jangan khawatir kak, aku tidak takut dengan apa pun.” Ujar Regan kemudian bergegas ke kelasnya. Saat berjalan menuju kelas, ia berpapasan dengan Alankar yang tampak sudah rapi dengan seragam sekolah. Regan mengulas senyum pada sosok yang dielukan melebihi idol di sekolah itu. Tapi, Alankar hanya menyunggingkan senyum sekilas kemudian melewati Regan dan beranjak pergi begitu saja. Bahkan ia tidak menanyakan kabar atau sekedar basa basi. Berbeda sekali dengan sikapnya kemarin di rumah sakit. Apakah perasaan Regan salah meyakini Alankar sudah mulai mencintainya? Regan pun memasuki kelas, tak seperti biasanya, ia tidak melihat Maria di sana. Biasanya gadis itu selalu datang lebih awal “ Di mana Maria?” Tanya Regan pada teman sebangkunya “ Gak tahu, katanya sih hari ini dia pindah sekolah ke luar kota. Kenapa banyak yang menanyakan Maria ya? Barusan bahkan kak Alankar ke sini. Sekarang kamu.” Jawab temannya santai Deg Wajah Regan tiba tiba pucat Ia teringat isi dalam salah satu lembar diary misterius yang ditemukan Prof. Sammuel di masa depan. Isi yang menuliskan bahwa saat Maria memutuskan pindah sekolah, saat itulah Alankar mengutarakan cintanya. Apakah ini alasan kenapa tadi Alankar begitu dingin? Ia sedih karena Maria pindah sekolah? Apa Alankar benar benar menyukai gadis itu. “ Tidak!” Tutur Regan berdiri dari duduknya “ Tidak apa? Kau kenapa sih?” Celetuk temannya Regan tak mendengarkan, ia bergegas ke luar dari kelas Kalau sampai Alankar mengejar Maria ke terminal, maka semua usaha Regan akan sia sia. Takdir penting itu tidak boleh sampai terjadi. Regan berlari sekuat tenaganya menuju ruang OSIS, berharap Alankar masih ada di sana. “ Re?” Jack mengernyit saat hendak merapikan proposal dan melihat Regan membuka pintu OSIS dengan napas ngos ngosan. “ Ada apa?” Tanyanya. Regan melihat semua penghuni di ruangan itu. Selain Jack, di sana ada beberapa orang termasuk Adit dan yang lainnya. Tapi di mana Alankar? “ Regan?” Jack berusaha mendekat melihat wajah Regan yang memerah. Tapi... Gadis itu justru berlari ke luar tanpa mengatakan sepatah kata pun. Seolah takdir mengejarnya, hingga... Brak Regan terjatuh usai menabrak seseorang yang ternyata Qian. Pemuda berkaca mata yang hampir saja mencelakainya di perpustakaan tempo lalu. “ Kau baik baik saja?” Tanyanya berusaha mengulurkan tangan dan membantu Regan berdiri Gadis itu enggan menjabat, ia berdiri dan menatap Qian tajam “ Di mana adikmu?” Tanyanya dengan nada penuh penekanan “ Maria?” Qian justru terlihat santai “ Di mana dia?” Tekan Regan dengan mata berkaca kaca. Melihat reaksi Regan, Qian justru mengulas senyum mengentengkan. Sebelum... Deg Regan mencengkeram kerah kemeja Qian kasar. Dan itu membuat mereka menjadi pusat perhatian “ Di mana dia?” Tanya Regan dengan tatapan membunuh “ Itu bukan urusanmu! Kenapa aku harus mengatakan padamu? Lepaskan seragamku!” Balas Qian menahan malu, bagaimana bisa seorang gadis memperlakukannya seperti itu. “ Kau tidak mau menjawabku?” Tanya Regan kesal “ TIDAK!” BUG Sorak sorai para siswa langsung meneriaki Qian yang baru saja ditinju hingga terkapar ke lantai oleh seorang gadis, anak baru yang seharusnya takut padanya. Hal itu membuat Qian semakin membenci Regan “ DI MANA?” Regan mengambil ancang ancang hendak meninju wajahnya lagi. Qian tetap bungkam, hingga... “ Aku tahu dia di mana!” Tutur sebuah suara. Regan melepaskan Qian dan menoleh pada sosok suara yang ternyata Irene itu. “ Ya, aku tahu dia di mana? Aku bisa mengantarkanmu ke sana. Tapi kau harus menjelaskan padaku. Kenapa kau mencari Maria.” Imbuh Irene dengan wajah penasaran. Regan terdiam sejenak “ Ceritanya panjang. Antar aku ke sana! Aku akan menjelaskan padamu!” Tutur Regan Ya, setidaknya aku harus tahu dulu. “ Apa aku bisa mempercayaimu?” Irene mengernyit “ Ini tentang Alankar, dia mungkin menyusul Maria.” Ujar Regan yang seketika membuat wajah Irene memucat “ Baiklah! Ayo! Aku akan membuktikan ucapanmu!” Ajaknya bergegas menuju mobil Reganpun mengikutinya Ya, bukankah bagi Irene tidak ada yang lebih penting dari pada Alankar? Regan memanfaatkan hal itu. Dengan cara apa pun, ia harus sampai di tempat itu sebelum takdir terjadi. ----***----***----***----- 10 menit kemudian, mereka tiba di sebuah terminal bus. Regan bergegas turun dari mobil Irene, begitu pula Irene. Mereka mencari sosok Alankar Benar saja, mereka melihat mobil Alankar terparkir tak jauh dari sana. “ Sebaiknya kita berpencar.” Pinta Regan yang kemudian mencari ke semua Bus. Nihil, Alankar tidak ada di sana. Mereka tidak menemukannya. “ Ya Tuhan!” Regan mengusap rambutnya frustasi. Ke mana Alankar? Sayang sekali di masa itu, ponsel sangat jarang ditemukan. Jika tidak, Regan bisa menelefon Alankar dan menanyakan langsung di mana keberadaannya bukan? “ Kau menemukannya?” Tanya Irene yang juga terlihat frustasi Regan menggeleng. “ Kau tahu ke mana Maria akan pergi?” Tanya Regan “ Ya, Desa Am***ta.” Tutur Irene yakin Regan langsung berlari ke arah sebuah bus, menemui sopirnya. “ Ada yang bisa saya bantu neng?” Tanya sopir itu melihat kegelisahan di wajah Regan “ Pak, Bus yang ke Am***ta kapan berangkat?” Tanyanya “ Oh itu, kira kira 15 menit yang lalu neng. Paling sekarang ada di halte yang diujung kota sana.” Tutur sopir itu Tanpa basa basi, Regan langsung berlari ke arah ojek yang mangkal di sekitar sana. Meminta salah satunya agar mengantar Regan ke halte itu, dengan motor, maka perjalanan akan semakin cepat, tidak terhalang macet. Sementara Irene mengikuti di belakang dengan mobilnya. Tak lama kemudian, Regan tiba di sekitar halte itu. Dan benar saja, terlihat Alankar berlari ke sana. Gadis itu bergegas turun dari motor dan hendak berlari menuju Alankar yang tampak mengejar sebuah Bus. Pasti Bus itulah yang membawa Maria. Tapi... Saat Regan hendak mendekat ke arah Alankar, tiba tiba seorang gadis muncul dari balik halte dengan tas besar di tangannya. “ MARIA “ “ Tidak! Tidak! Takdir ini tidak boleh terjadi! Tidak!” Celetuk Regan cemas. Irene pun menghentikan mobilnya tak jauh dari mereka. Jari jarinya mengepal erat melihat bagaimana sikap Alankar pada Maria. Ia merasa Maria telah menipunya mentah mentah. Terlihat jelas, Maria adalah sosok yang diperjuangkan Alankar, bukan Regan. “ Kak Al?” Tanya Maria dengan wajah polosnya Takdir pun kembali ke muaranya. “ Aku kira kau menaiki bus itu. Syukurlah, kau belum pergi!” Tutur Alankar dengan napas tersenggal senggal. Bagaimana tidak, ia berlari dari terminal sana. Maria mengulas senyum melihat perjuangan Alankar untuk mengejarnya. Sepertinya ia telah berhasil mendapatkan perhatian sang pangeran. Kenapa Maria harus patuh pada Irene yang hanya akan memberikannya 20 juta, kalau ia bisa mendapatkan pewaris Adirangga. “ Jangan pergi!” Pinta Alankar memegang pipi Maria dan menatap irisnya lekat “ Kenapa kak?” Tanya Maria memancing. Alankar mengatur napas, ia melirik ke belakangnya, benar saja... Samar samar ia bisa mengenali ada mobil Irene di sana. Aku punya caraku sendiri untuk membalas kalian berdua dan malindungi siapa yang benar benar aku sukai~ Alankar “ Kak?” Maria mendekati Alankar “ A-aku menyukaimu Maria, aku sangat menyukaimu. Tolong jangan pergi. Ini bukan tentang pentas seni itu, tapi ini tentang hatiku. Aku tidak bisa melepasmu pergi.” Tutur Alankar akhirnya Maria mengernyit seakan tak percaya. Di sisi lain tentu saja ia begitu bahagia, pangeran Adirangga benar benar menyatakan perasaan padanya “ Kakak serius?” Tanyanya berkaca kaca Alankar mengangguk pelan. Ia tidak menyadari di seberang sana ada hati yang patah. Regan mematung mendengarkan samar samar pengakuan Alankar yang kemudian berlutut di depan Maria dengan buket bunga di tangannya. “ Mulai detik ini panggil saja aku Alankar, aku ingin memintamu menjadi kekasihku.” Tuturnya Tentu saja Maria sangat bahagia “ Tapi kak.. Al aku tidak pantas untukmu.” Ujarnya berakting “ Cintalah yang memilih mana yang pantas dan tidak. Kalau kau menerima bunga ini, itu artinya, dari sinilah hubungan kita dimulai.” Tutur Alankar terlihat tulus. Walau sebenarnya, ia tengah berpura pura. Agar Irene membenci Maria saja dan berhenti menyakiti Regan. Mari menerima bunga itu kemudian memeluk Alankar erat. Melihat itu, Irene bergegas memasuki mobilnya dan melaju pergi. Ia tidak tahan melihat Alankar menemukan gadis lain “ Awas kau Maria, aku akan membuat hidupmu jauh lebih mengerikan dari pada neraka. Ini hanya permulaan, berani sekali kau bermain main denganku.” Gerutunya benar benar marah Rencana Alankar berhasil. “ Al, kau berjalan sejauh ini demi diriku?” Tanya Maria mengusap keringat dari kening Alankar Pemuda itu mengulas senyum “ Kenapa? Apa kau pikir aku tidak melakukan apa pun? Demi orang yang aku suka, aku bisa melakukan apa saja.” Jawab Alankar Ya, demi Regan... “ Aku sangat senang.” Tutur Maria. Sebelum... “ kak Al!” Sapa Regan dari seberang sana. Alankar menoleh, wajah tampannya langsung memucat. Bagaimana bisa Regan berada di tempat itu? Padahal Alankar ingin menemui Regan setelah ini dan mengatakan segalanya. Sebaliknya, Maria mengulas senyum. Ternyata sejak tadi ia sadar, ada Regan di sana. “ Aku tidak percaya, meskipun aku mengatakan segalanya, kau masih mencintai Maria. Ini seperti... Seperti semua pengorbananku sia sia.” Tutur Regan membiarkan air matanya menetes. Hatinya benar benar sakit. Gemuruh kilat di langit yang mulai pekat mengiringi lukanya, seakan takdir tengah merayakan kemenangannya untuk yang kesekian kali. “ Regan... Alankar ingin ke sana. Tapi .. Maria menahan lengannya “ Bukankah kita sekarang pacaran kan Al? Baguslah gadis itu mengetahuinya. Jadi dia tidak akan mengejar ngejar kamu lagi.” Tutur Maria kemudian memeluk lengan Alankar mesra Regan melangkah lunglai tanpa asa. Sekarang apa yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan Alankar dari takdir keji itu, sementara Alankar sendiri seakan melangkah mendekat pada takdir itu. Bagaimana caranya? Jauh dalam sedihnya... “ Regan!!!” Seseorang menghentikan laju motornya di sisi Regan. Benar, orang itu tak lain Jack yang langsung memeluk Regan. Gadis itu menangis di pelukan Jack, membuat hati Alankar panas di sana. Jack mengejar Regan, ia jauh lebih mengerti Regan dari pada Alankar. “ Tuh kan? Semua cowok dia ladeni. Kita pergi yuk kak!” Ajak Maria Dengan terpaksa, Alankar mengangguk dan mengikuti Maria melangkah pergi dari tempat itu. Sebelum... “ Alankar tunggu!” Teriak Jack dengan wajah memerah Aku tahu, Regan tidak mencintaiku. Tapi ia tidak boleh terluka oleh hati yang menyia nyiakannya. Aku sudah berjanji akan melindunginya bukan? ~ Jack Pemuda itu tidak tahan melihat air mata Regan, ia melepas pelukannya pada Regan kemudian berlari menyeberang jalan penuh emosi. Dan... Bug “ Hei!” Bentak Alankar saat tiba tiba Jack meninju wajahnya. “ Berani sekali kau menyakiti Regan!” Jack hendak kembali meninju Alankar. Beruntung Alankar berhasil menangkis serangannya. Pertengkaran pun terjadi Melihat hal itu, Regan bergegas hendak menyeberang dan melerai. Tapi entah kenapa, Bus, mobil dan motor tampak semakin ramai berlalu lalang. “ Berani sekali kau melakukan hal ini padaku! Kau akan segera dikeluarkan dari sekolah!” Ancam Alankar memerah “ Apa kau pikir aku peduli dan takut? Dasar pengecut! Kemari kau!” Balas Jack Pertengkaran di antara ke duanya terjadi. Maria mencoba melerai tapi ia tak punya cukup tenaga. “ Bagaimana bisa seorang gadis yang tidak jelas asal usulnya membuatmu begitu marah? Apa aku memintanya menyukaiku? Tidak bukan? Asal kau tahu, Regan sama sekali tidak berarti bagiku.” Senyum Alankar sengaja, lagi pula ia benar benar marah karena Jack berani memeluk Regan tadi. “ Apa kau bilang? Asal kau tahu, Regan 1000x lebih baik dari wanita ini!” Tunjuk Jack pada Maria “ Kenapa kau begitu marah? Apa kau pernah tidur dengan Regan?” Deg Bug Sekali lagi Jack meninju Alankar, dan Alankarpun membalasnya, mereka saling memukul. “ Tolong berhenti! Tolong!” Teriak Maria takut. Hingga tiba tiba.... Tiiiiitttttt Suara klakson nyaring membuat suasana seketika hening. Sebelum... Brak “ Regaaaannn!!!” Teriak Jack ketakutan Aku harus mencegah pertengkaran itu terjadi... Untuk itu, aku bahkan rela menghadapi kemungkinan mati, Cinta ini membuatku benar benar gila, hingga tak ada yang aku takuti melebihi melihat ia terluka... Ya, aku tidak tahan melihatnya terluka... ~ Regan Gadis itu memutuskan menyeberang dengan cepat. Tapi... Sebuah mobil jip tampak melaju cepat ke arahnya dan kehilangan kendali. Regan memejamkan mata, ia bahkan tidak bisa menghindar, jaraknya dengan mobil itu terlalu dekat. Mungkin aku memang harus mati di sini ~ Batinnya Namun tiba tiba... Takdir membawa arah cerita itu pada jalan yang baru. Seseorang tiba tiba datang entah dari mana, mendorong Regan dan memeluk tubuhnya berguling ke pinggir jalan. Saat napas Regan hampir terhenti, takdir mengirimkan seseorang untuk menolongnya. Seseorang yang mungkin sangat berarti baginya. Ya, seseorang yang berarti Karena saat Regan membuka mata, ia justru semakin kaget dan tak bisa mengucap sepatah kata pun. Tatapannya beradu dengan mata amber yang menatapnya dengan genangan air mata kerinduan. Saat kita rela mengorbankan hidup kita demi orang lain, itulah cinta... “ Akhirnya, kita bertemu lagi Anindhita Regantara.” Ucapnya Suara yang Regan pikir tak akan ia dengar lagi seumur hidupnya. Regan gemetar, seakan tak percaya “ Kleo?” Ucapnya getir Ya, itu benar benar Kleo Kau mungkin mengejar cinta yang mustahil bagimu, karena kau mencintainya... Dan biarkan aku mengejar cintamu yang berada di tempat mustahil itu, karena aku mencintaimu... Aku datang... Regan Akankah takdir merubah ceritanya? Nantikan cerita Soul yaa...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD