Stella mengambil tempat duduk yang berada tepat di depan Amara dan di samping Arka. Dia menahan kegelisahan yang kini tengah dirasakannya, aura intimidasi dari seorang pria paruh baya yang ada di dekatnya saat ini, benar-benar membuatnya sangat gugup sekali. Pria paruh baya itu mirip dengan Arka wajahnya, tatapannya juga sangat datar sekali. Dia melirik sejenak ke arah Arka yang tampak santai saja, seolah tak peduli dengan keresahan yang kini tengah dialami dirinya. "Jadi, dia gadis yang bernama Stella itu." Lantas Stella menengok, dia melihat wanita paruh baya yang berada tepat di depannya. Wanita paruh baya itu tampak tersenyum manis kepada, setidaknya tanggapan yang diberikan oleh wanita itu, dapat membuat hatinya sedikit lebih tenang. "Cantik sekali, siapa namamu?" tanya wanita

