Tentu saja, sampai saat ini Andre masih ragu untuk meninggalkan Stella. Namun, ponselnya yang terus bergetar, membuatnya terpaksa harus pergi dari sana. Dia tak bisa membuat ibunya marah-marah hanya karena masalah ini. "Baiklah, aku akan pulang." Andre membuka dompetnya, dia memberikan sebuah kartu ATM kepada Stella, membuat wanita itu kebingungan sendiri. "Pakai uang yang ada di dalam ATM itu semau kamu, aku tak akan marah. Kata sandinya adalah tanggal lahir mu." Stella ingin menolak rasanya, tapi Andre sepertinya tak ingin menerima penolajan dari dirinya saat ini, jadi dia memilih untuk menerima kartu ATM Andre. "Aku pergi dulu, ya. Jaga dirimu baik-baik dan kalau ada apa-apa, langsung hubungi aku." Andre beranjak, sebelum dia meninggalkan Stella, pria itu lebih dulu mengecup pel

