Kedua tangan Arka mengepal dengan sangat kuat, sungguh dia merasa sangat tak suka sekali saat melihat luka bakar itu ada di tangan Stella. Apa yang terjadi dengan gadisnya? Astaga, dari dekat saja Arka bisa pastikan kalau luka itu bukanlah luka bakar biasa. Arka menghembuskan napasnya dengan kasar. Dia tak tahan, tak tahan untuk menganggap tangan Stella dan mulai mendekati wanita itu. Dia juga tak tahan jika dirinya harus secara diam-diam memperhatikan Stella dari jauh. Pria itu memegang tangan Stella, membuat wanita itu langsung membelalakkan matanya tak percaya. Tatapan Stella jatuh ke arah tangannya yang sudah digenggam oleh pria asing di depannya ini. "Ikut saya!" Arka membangunkan tubuhnya. Dia menarik Stella untuk pergi dari tempat tersebut. Tak peduli jika Stella memberont

