Gedung Sate

1010 Words

Stella mengedarkan pandangannya, kali ini dia tengah mencari seseorang yang sangat dibutuhkannya, tapi orang itu tak ada disini. Dia berdecak pelan dan gadis itu mulai membangunkan tubuhnya, dia membuka tirai jendela dengan lebarnya, hingga cahaya matahari menelusup masuk ke dalam ruang kamar nya. Dia tersenyum kecil melihat pemandangan Kota Bandung yang terlihat sangat indah sekali di matanya. Anginnya cukup sejuk dan polusi di kota ini tak begitu banyak seperti di Jakarta, membuatnya benar-benar menyukai tempat ini. Saat angin datang dengan cukup kencang, rambut Stella berterbangan, hingga menunjukkan lehernya. Stella tak merasa terganggu sedikitpun, dia justru sangat menikmatinya. Sampai pada suatu saat, Stella merasakan sebuah tangan yang memeluk perutnya dengan sangat erat, membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD