Nando keras kepala

1056 Words
Melupakan Friendzone itu adalah hal yang paling sulit. Dimana suka Cuma dalam sepihak doang. Bayangkan sepihak, sudah semua cara dilakukan buat melupakan dia. Tetapi tak bisa. menjauhkan dari dia. tetapi dia selalu saja menarik ulur diri kita. Bahkan sampai berantem aja itu tak akan mampu melupakan rasa sayang dan suka kita kepada dia. “Kamu tau nggak, tadi waktu aku duduk berdekatan dengan Feby itu panas dingin loh. Gemetaran tubuh ku waktu dia di samping aku, oh ya ternyata dia itu ternyata harum loh. Nyesel aku jelek- jelekin dia selama ini. tapi kalau kamu jodoh gimana ya? Masa aku harus menelan muntah ku sendiri kan nggak lucu,” Nando membayangkan bagaimana Feby yang dari tadi mendekati dirinya ketika mengerjakan tugas kelompoknya itu. Smenetara orang yang tengah mendnegar curhatan dari seorang Nando hanya diam. Dan bengong. Entah kemana sekarang fokus pikirannya itu. Pandangannya kosong dan tak ada yang tau apa yang kini menjadi masalahnya itu. Nando yang sudah capek berbicara dan tak ada respon dari temannya itu membuat dia hera. “Woy!” ujar Nando dengan mengguncangkan tubuh Gaby yang masih tetap bengong. Nando heran dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sebenarnya ada rasa takut yang menyelimuti dirinya itu kala melihat perilaku temannya yang aneh seperti orang yang kesurupan. “Ni orang kenapa ya. Kadang normal kadang nggak normal. Kalau beginikan buat gue takut bangat. apalagi disini nggak ada orang, apa jangan- jangan dia sudah dirasuki kali ya? Aduh kalau sempat benar ini gimana ya? Padahal aku juga nggak hafal mantra pembasmi setan,” batin Nando yang sudah negatif thinking. Dengan keras dia memukul temannya itu yang membuat Gaby akhirnya sadar. Gaby yang tersentak dan membuat dirinya sadar. Akhirnya Nando bisa menghela nafas dengan lega. “Akhirnya setan itu keluar juga. Lo jangan melamun tau. Gue itu capek kalau lo ngelamun tau nggak? Nakut- nakutin doang lo,” ya cerewet Nando kambuh lagi. Untung saja Gaby tak terlalu menanggapi apa yang dikatakan temannya itu. “Menurut lo gimana muka Feby cantik kan?” tanya Nando dengan melakukan rolling eyes. Gaby hanya membulatkan matanya dan berusaha terlihat baik- baik saja meskipun dia tengah kesal dengan orang yang bernama Feby. Yang sudah mengambil Leo dari dirinya itu. Namun dia juga sadar bahwa Faby adalah sahabatnya juga. “Feby?’ Gaby bertanya sekali lag dengan malas untuk memastikan nama yang didengarnya itu dengan nama yang keluar dari mulut Nando. Nando mengangguk dengan semangat, “biasa aja kali, lagian kamu deketin dia,” sendiri Gaby kepada Nando. Membuat Nando merasa insecure dengan apa yang dikatakan Gaby itu. “nggak usah terlalu suka sama dia. ingat kalian itu berteman, takutnya jadi buat kata sahabat itu hancur. Kamu paham kan dengan maksud aku?” gadis itu menyisir rambut sebahunya tersebut dengan menggunakan tangan, diiringi dengan tatapan serius. “Hah?” “Hah, hoh, hah, hoh, b***k lo? Masa sih nggak dengar apa yang gue omongin. Emang kurang jelas dimana lagi? Makanya kuping itu dibersihkan biar jangan makin b***k tau nggak sih?” kata Gaby yang berantakan dan juga menggas dengan omongannya itu nando yang tak tau mengapa Gaby bisa begitu heran. Sebab dia tak mengerti dengan Gaby yang sensitif sekali ketika membawa nama Feby tersebut. “Emang kenapa kalau aku suka sama dia?” tanya Nando yang berusaha mencari tahu informasi tentang Feby dari Gaby. Dan apa yang membuat temannya itu menjadi jengkel dengan obrolannya itu. Padahal menurut dia tak ada yang salah dengan apa yang dia omongin tersebut. Gaby menghela nafas panjang sebelum berbicara buat menjawab pertanyaan dari Nando yang banyak sekali pertanyaan yang super merepotkan itu. Lalu mengipas dirinya dengan menggunakan tangannya itu, “Ya nggak papa sh. Tapi kamu tau kan kalau kamu berteman dengan dia. bayangkan saja kalau dia tak menyukaimu. Dan dia jya mengetahui kalau kamu menyukai dirinya. Yang ada malah jarak yang akan membatasi kalian,” Nando tertawa dengan apa yang barusan diomongin Gaby. Karena menurut dia itu bukan lah Gaby yang dia kenal. “Nggak papa. Kan masih ada lo yang akan bantu gue,” Gaby menoleh kepada Nando yang masih saja tak paham dengan apa yang dia maksud itu. Padahal Gaby Cuma pengen supaya teman cowoknya itu akan mengalami sama dengan apa yang kini dialami. “Gue bisa bantu lo tapi yang namanya inta itu nggak bisa Nan. Mungkin aja loe akan marah kepada gue. Karena gue dukung loe sama dia,” Nando menertawakan Gaby yang mengatakan hal demikian. Kemudian berhennti dan melihat temannya itu ngomong sangat serius. Seperti yang dia katakan itu benar. “Loe tu kenapa sih? Kok tumben lo ngomong begituan? Apa ini efek begadang karena ngerjain tugas kamu yang banyak hiu?’ tanya Nando yang sangat hobi menganggap dirinya Gaby itu. Dan jawaban Gaby hanya mengacuhkan bahunya yang tak mau tau apa yang dikatakan temannya itu. Gaby kesal dan hal itu yang membuat dirinya semakin semangat buat Gaby kesal. “Udahlah santai aja. aku kan ganteng mana ada sih orang yang nolak sama aku apalagi Faby orang yang nggak pernah pacaran kek dia. pasti maulah,” Gaby yang malas debat memilih untuk diam dan tak mau pusing dengan sahabatnya itu.gaby mengedikkan bahunya tak acuh. Dan melihat ke arah lapangan yang amat sepi. Maklum saja sudah jadwal orang mau pulang hanya saja mereka berdua masih berada di kampus yang amat saat ini, “ntar lo juga akan tau gimana rasanya di posisi itu. Mungkin sih loe masih bisa ketawa hihi hahah. Tapi kalau udah kena sakitnya itu luar biasa,” gumam Gaby. Yang membuat Nando melakukan alasnya itu. “Hm bisa aja sih lo ngomong begitu. Suatu hari saat lo alamin itu. Emangnya lo udah punya pacar belum khan? Tau apa lo soal cinta,” sendiri Nando kepada temannya itu. Gaby menatap sinis kepada Nando yang berkata begitu. “Terserah kamu aja deh. Kamu menang deh. Kamu udah bisa ngambil piala kemenangan yang ada di ruangan dosen itu. Siap itu bawa pulang, cape bangat tau ngomong sama kamu. Kek ngomong sama koala,” ucap Gaby yang ketus kemudian meninggalkan Nando yang sendirian. Tanpa melihat muka yang ditampakan Nando kepada dirinya itu. “Lah kok malah ngamuk. Padahal biasa aja tau. Nggak usah ngegas. Kek mau dimakan aja awak kau buat,” ucap Nando yang ikut kesal dengan sikap Gaby yang menganggap bahwa dirinya itulah yang salah sementara Gaby tak ada kesalahan. Darimana coba asal usulnya seperti itu. Namun mau gimana lagi itu adalah Gaby.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD