Bab 51

1342 Words

Bab 51 Entahlah aku tidak ingin berpikir lebih jauh lagi, yang jelas kata seperti itu tidak pantas diucapkan, apalagi Yanti yang notabenenya seorang gadis, meskipun sebentar lagi akan melepas masa lajangnya. Aku tahu itu setelah ayah mertua mengumumkannya di acara syukuran waktu itu, juga dari ibu mertua yang memesan banyak aneka kue dan cake wedding, satu minggu lagi dari sekarang. Sudah dua hari ini kasir yang berjaga di depan sakit, hingga terpaksa aku harus bolak-balik untuk melayani pembeli. Karena Wati masih belum mahir menggunakan mesin kasir. Gadis delapan belas tahun itu selalu beralasan takut salah, ketika diajarkan bagaimana cara menggunakannya. "Jika kamu tidak mau belajar, kamu tidak akan pernah maju," kataku dengan perasaan sedikit kesal kemarin. Tapi dasar Wati, gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD