Bab 52 Adi sudah pulang saat tadi dijemput oleh Bu Dewi. Wanita itu khawatir jika Adi terlalu lama di rumah sakit akan membuat kesehatannya juga ikut sakit. Akhirnya aku menuruti saja saat Bu Dewi meminta Adi pergi bersamanya. Sedangkan Yuda, aku tidak tahu kemana perginya lelaki itu, karena sejak tadi tidak kelihatan batang hidungnya sekalipun. Apa mungkin lelaki itu mengurusi kasus tabrakan yang terjadi, entahlah. Yang jelas, entah kenapa aku merasa kehilangan saat dia tak ada di dekatku. Aneh, padahal Yuda bukan siapa-siapaku. Rasa sakit di seluruh badanku mulai terasa berdenyut nyeri. Jangan tanyakan bagaimana rasanya kakiku saat ini yang seperti disayat-sayat oleh pisau yang tajam serta kepala yang berdenyut hebat. Antara ingin menangis dan berteriak sekuat tenaga, rasanya bercamp

