Andreas berjalan menuju apartemen Clara. Dia melihat wanita itu berdiri di depan pintu dan menunggu pria tampan yang tersenyum menawan. “Apa kamu tidak mengundangku masuk?” tanya Andreas. “Jika kamu masuk tidak akan mau keluar lagi.” Clara memberikan jas pada Andreas. “Kamu harus menolongku,” ucap Andreas tersenyum. “Aku tidak tertarik.” Clara ingin menutup pintu, tetapi ditahan oleh Andreas. “Apa lagi?” Clara menatap tajam pada Andreas. “Aku hanya mau bertamu dan beristirahat di rumah kamu.” Andreas mendorong pintu dengan cukup kuat. “Aw.” Clara merasakan pergelangannya sakit. “Apa kamu terluka?” Andreas memegang tangan Clara. “Menjauhlah.” Clara menarik tangan dari Andreas dan melihat pergelangan yang memerah. “Kenapa semalam aku tidak merasakan l

